BerandaBantenTangerangSiapkan Rp50 Miliar untuk Mitigasi Banjir, Taman Walet Masuk Prioritas

Siapkan Rp50 Miliar untuk Mitigasi Banjir, Taman Walet Masuk Prioritas

TANGERANG – Menghadapi musim hujan, Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mempercepat pembenahan saluran air dan infrastruktur pengendali banjir di sejumlah kawasan permukiman. Kecamatan Pasar Kemis menjadi salah satu perhatian, menyusul keluhan warga yang telah bertahun-tahun menghadapi genangan hingga banjir.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau sejumlah titik rawan banjir di Pasar Kemis, Senin (19/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan warga sekaligus memeriksa kondisi saluran air dan tanggul yang membutuhkan penanganan, didampingi jajaran dinas terkait.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Warga RW 09, RW 12, dan RW 14 menyampaikan persoalan banjir yang belum tertangani secara maksimal selama sekitar 15 tahun. Maesyal mengatakan, pemerintah akan mengupayakan langkah yang memungkinkan melalui perubahan anggaran, sementara penanganan lanjutan disiapkan dalam anggaran 2027.

“Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini,” ujar Maesyal, merujuk pada normalisasi saluran di Perumahan Taman Elok yang menurutnya telah menunjukkan hasil positif setelah hambatan aliran air dibongkar dan saluran dikeruk. Ia juga meminta warga mendukung penertiban saluran agar proses normalisasi dapat berjalan optimal.

Peninjauan berlanjut ke Perumahan Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi 2 di Kelurahan Kutabumi. Kawasan ini menjadi perhatian setelah kerusakan saluran dan tanggul sebelumnya menyebabkan air masuk ke rumah warga. Pemerintah daerah menyiapkan penanganan melalui normalisasi, pelebaran saluran, pembangunan turap, serta pemasangan sheet pile untuk memperkuat struktur penahan tanah.

Di kawasan Teluk Jakarta, pelebaran saluran telah dilakukan dari sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat. Maesyal menegaskan, percepatan pekerjaan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim penghujan.

Upaya tersebut didukung alokasi anggaran penanganan dan mitigasi banjir sekitar Rp50 miliar pada tahun anggaran 2026. Kepala Seksi Perencanaan Sumber Daya Air pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Pery Ramdani, menjelaskan bahwa anggaran tersebut tersebar di 29 kecamatan, dengan pekerjaan fisik antara lain berupa normalisasi saluran dan kali. Wilayah Pasar Kemis, Kelapa Dua, Curug, dan Pagedangan termasuk kawasan yang menjadi perhatian berdasarkan skala prioritas dan besarnya dampak banjir.

Selain Pasar Kemis, penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan lainnya, termasuk Binong, Kali Sabi, dan Sukadiri. Menurut Maesyal, pemerintah menetapkan prioritas berdasarkan riwayat kejadian banjir dan tingkat kerawanan wilayah, sehingga kawasan padat penduduk yang berulang kali terdampak menjadi perhatian utama.

Untuk persoalan sungai besar, Pemkab Tangerang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Cidurian, Cimanceri (BBWSC3), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten. Kolaborasi tersebut diperlukan karena penanganan sungai membutuhkan keterpaduan lintas kewenangan, tidak cukup hanya melalui pembenahan drainase permukiman.

Pemkab Tangerang berharap kombinasi normalisasi saluran, pelebaran aliran, penguatan tanggul, dan koordinasi lintas instansi dapat mengurangi risiko banjir. Namun, keberhasilan program juga bergantung pada pemeliharaan saluran, penertiban hambatan aliran, serta dukungan masyarakat agar kapasitas drainase tetap terjaga saat hujan deras.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru