KOTA TANGERANG – Ancaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, memperketat pengawasan selama 24 jam. Langkah ini dilakukan melalui patroli rutin, penempatan pos pemantauan di empat penjuru, hingga kesiapan alat berat untuk mengantisipasi munculnya titik api.
Kepala DLH Kota Tangerang, Yudi Pradana, mengatakan pengawasan diperkuat di wilayah utara, selatan, timur, dan barat kawasan TPA. Penempatan pos pantau di sejumlah titik strategis diharapkan membantu petugas mengenali potensi kebakaran sejak dini sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
“Patroli dilakukan secara terjadwal selama 24 jam dengan memperkuat pengawasan di wilayah utara, selatan, timur, dan barat,” kata Yudi di Tangerang.
Peningkatan kesiapsiagaan tersebut menyusul kebakaran yang sempat terjadi di TPA Rawa Kucing pada Sabtu (24/10) pukul 17.58 WIB. Peristiwa yang disebut dipicu kondisi cuaca panas dan angin kencang itu berhasil dipadamkan dalam waktu relatif cepat.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, DLH juga menyiagakan ekskavator dan buldoser pada shift malam. Dua petugas disiapkan untuk mendukung pengoperasian alat berat tersebut agar penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurut Yudi, kesiapan peralatan pada malam hari menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi. Dengan dukungan personel dan sarana yang tersedia, petugas diharapkan dapat segera mengambil tindakan sesuai situasi di lokasi.
Selain alat berat, pengelola TPA juga menyiapkan armada untuk mengangkut toren atau tangki air menuju area timbunan sampah atau landfill apabila ditemukan titik api. Ketersediaan air di lokasi menjadi salah satu dukungan penting untuk mempercepat penanganan awal sebelum api meluas.
DLH Kota Tangerang menegaskan bahwa pengendalian risiko kebakaran membutuhkan pengawasan berkelanjutan, baik pada siang maupun malam hari. Patroli, kesiapan alat berat, serta dukungan pasokan air menjadi bagian dari langkah antisipasi yang dijalankan di kawasan pengolahan akhir sampah tersebut.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung keselamatan petugas, menjaga lingkungan sekitar, dan meminimalkan risiko gangguan operasional TPA,” ujar Yudi. (red)





