JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan awal pekan di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Senin (2/11/2026), IHSG menguat 39,78 poin atau 0,79 persen ke level 5.096,83.
Pergerakan pasar sepanjang perdagangan terbilang fluktuatif. IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 4.981 pada awal sesi, bahkan menembus batas psikologis 5.000. Namun, indeks berbalik arah dan kembali menguat hingga mampu bertahan di zona positif sampai penutupan.
Mengutip data perdagangan, aktivitas transaksi saham hari ini mencapai Rp12,39 triliun dengan volume sekitar 35,31 miliar saham. Sebanyak 315 saham ditutup menguat, 285 saham melemah, sementara 118 saham lainnya bergerak stagnan.
Penguatan pasar turut ditopang sejumlah sektor, terutama barang baku, energi, dan infrastruktur. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan pada perdagangan kali ini.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG didukung sejumlah sentimen positif dari dalam negeri. Salah satunya data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia Oktober 2026 yang meningkat menjadi 54,0 dari sebelumnya 52,4, menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi.
Selain itu, inflasi Oktober yang melandai menjadi 0,22 persen secara bulanan turut menjadi perhatian pelaku pasar. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif terhadap perdagangan saham domestik.
Perdagangan Senin ini juga menjadi hari pertama penerapan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengecualikan 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG. Kebijakan tersebut membuat bobot perhitungan indeks dialihkan kepada saham-saham lain yang memenuhi ketentuan.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, sebelumnya menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut tidak dimaksudkan untuk mengubah nilai indeks secara langsung. Bobot saham yang dikeluarkan akan didistribusikan kepada saham lain yang masuk dalam perhitungan IHSG.
Dengan penguatan pada perdagangan pertama November ini, IHSG kembali menembus level 5.000 setelah sempat mengalami tekanan pada awal sesi. Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati perkembangan data ekonomi dan sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan bursa pada perdagangan berikutnya. (red)





