Kisah Hikmah Jumat
Setiap Muslim tentu ingin menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT. Kita menjaga sholat, berpuasa, membaca Al-Qur’an, dan berusaha memperbanyak amal kebaikan. Namun, ada satu hal penting yang terkadang luput dari perhatian kita: apakah ibadah yang kita lakukan sudah memperbaiki akhlak dan perilaku kita terhadap sesama?
Sholat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan tanggung jawab. Sholat juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 45, bahwa sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Ayat ini mengingatkan kita bahwa ibadah seharusnya membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang menjaga sholat hendaknya juga menjaga lisannya, menghormati orang lain, berlaku jujur, dan menjauhi perbuatan yang menyakiti sesama.
Rasulullah SAW pernah mengingatkan umatnya tentang orang yang bangkrut pada hari kiamat. Orang tersebut datang membawa pahala sholat, puasa, dan zakat. Namun, ia juga pernah mencela, menuduh, memakan harta orang lain, menyakiti, dan menumpahkan darah.
Akibat perbuatannya, pahala kebaikannya diberikan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi. Jika pahala itu habis sebelum seluruh tanggungannya selesai, dosa orang-orang yang dizaliminya akan dibebankan kepadanya. (HR. Muslim)
Hadis ini memberikan pelajaran penting bahwa ibadah kepada Allah harus berjalan seiring dengan akhlak yang baik kepada sesama manusia.
Kita mungkin rajin datang ke masjid, tetapi masih mudah merendahkan orang lain. Kita mungkin tekun berpuasa, tetapi masih sulit menahan amarah. Kita mungkin gemar bersedekah, tetapi masih sering menyakiti hati orang di sekitar kita.
Karena itu, kita perlu mengevaluasi diri. Jangan hanya menghitung berapa banyak ibadah yang telah kita lakukan, tetapi perhatikan juga sejauh mana ibadah itu membentuk kepribadian kita.
Mari kita jadikan sholat sebagai jalan untuk memperbaiki perilaku, puasa sebagai latihan mengendalikan diri, dan sedekah sebagai bukti kepedulian terhadap sesama.
Sebab, ibadah yang baik tidak hanya mendekatkan kita kepada Allah SWT, tetapi juga menjadikan kita pribadi yang membawa kebaikan bagi orang lain.
Semoga Allah SWT menerima ibadah kita, memperindah akhlak kita, dan menjadikan kita hamba yang tidak hanya taat dalam beribadah, tetapi juga baik dalam memperlakukan sesama. Aamiin.

Oleh : Achmad Haromain





