JAKARTA – Bursa saham Indonesia menutup perdagangan akhir pekan dengan kabar positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan sepanjang sesi perdagangan Jumat (6/11/2026) dan kembali bertahan di atas level psikologis 5.000.
Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di posisi 5.050,43 atau menguat 20,17 poin setara 0,40 persen. Padahal, pada sesi pertama indeks sempat terpuruk hingga 4.925,10 sebelum akhirnya berbalik arah dan memasuki zona hijau pada perdagangan sore.
Berdasarkan data perdagangan, nilai transaksi saham mencapai Rp10,24 triliun dengan volume sebanyak 46,68 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,09 juta kali, sementara kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp8.743 triliun.
Meski indeks berhasil menguat, kondisi pasar belum sepenuhnya menunjukkan optimisme. Tercatat 231 saham mengalami kenaikan, sedangkan 440 saham melemah dan 292 saham lainnya bergerak stagnan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan IHSG belum dirasakan secara merata oleh seluruh emiten di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi sektoral, hanya dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau. Sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 1,52 persen, disusul sektor konsumen nonsiklikal yang menguat 0,83 persen. Sementara itu, sektor teknologi mengalami tekanan paling besar dengan penurunan 3,16 persen, diikuti sektor barang baku yang melemah 2,46 persen.
Sejumlah saham juga mencatatkan pergerakan cukup mencolok. AIMS menjadi salah satu saham dengan kenaikan tertinggi sebesar 25 persen ke level Rp1.175, disusul POLU yang menguat 19,93 persen ke Rp8.875. Sebaliknya, LAPD mengalami penurunan 10 persen ke level Rp36, sementara CBRE terkoreksi 9,54 persen menjadi Rp360.
Dengan hasil perdagangan tersebut, IHSG berhasil mengakhiri pekan di atas level 5.000 setelah mengalami tekanan cukup besar pada awal pekan. Meski demikian, perbedaan antara penguatan indeks dan banyaknya saham yang melemah menunjukkan bahwa pasar masih menghadapi tantangan untuk membangun pemulihan yang lebih merata.
Penutupan ini menjadi modal bagi perdagangan pekan berikutnya. Pelaku pasar akan mencermati apakah IHSG mampu mempertahankan posisinya di atas 5.000 atau kembali menghadapi tekanan jual setelah rangkaian penguatan dalam beberapa hari terakhir. (red)





