Jumat, Februari 13, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanBMKG Ungkap Faktor Alam di Balik Hujan Es yang Guyur Tangsel

BMKG Ungkap Faktor Alam di Balik Hujan Es yang Guyur Tangsel

SERPONG – Fenomena hujan es yang mengejutkan warga Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat (31/10/2025) lalu akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut BMKG, peristiwa langka itu dipicu oleh pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang tumbuh sangat kuat di atmosfer.

Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa hujan es merupakan salah satu bentuk bencana hidrometeorologis yang lazim terjadi saat masa peralihan musim maupun di awal musim hujan.

“Kejadian hujan es seperti hari ini kerap muncul pada masa peralihan musim maupun di awal musim hujan. Hujan es merupakan salah satu bentuk bencana hidrometeorologis yang muncul akibat perkembangan awan cumulonimbus,” ujar Hartanto.

Ia menambahkan, awan cumulonimbus merupakan awan tebal berwarna hitam yang menjulang tinggi akibat pengangkatan massa udara ke lapisan atas atmosfer. Di dalam awan ini, terdapat arus udara naik dan turun yang sangat kuat, sehingga butiran air membeku menjadi es sebelum jatuh ke permukaan bumi bersama air hujan.

Lebih lanjut, Hartanto menyebut fenomena di Tangsel juga dipengaruhi oleh nilai Dipole Mode Indeks (DMI) negatif. Kondisi ini meningkatkan curah hujan di wilayah Banten, termasuk Tangsel.

“Suhu muka laut yang hangat di sekitar perairan Banten meningkatkan penguapan dan kelembapan udara. Ditambah dengan aktivitas atmosfer berfrekuensi rendah dan kondisi udara yang sangat labil, hal itu mendorong terbentuknya awan hujan yang intens,” paparnya.

BMKG menyatakan, sebagian besar wilayah Banten kini telah memasuki musim hujan, di antaranya Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang bagian selatan, Kabupaten Serang bagian selatan, Kota Serang bagian selatan, Kabupaten Pandeglang, dan sebagian besar Kabupaten Lebak.

Dari semua wilayah tersebut, Tangsel dan Lebak menjadi yang paling awal memasuki musim hujan tahun ini.

Melihat kondisi atmosfer yang tidak stabil, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, kilat, angin kencang, dan hujan es.

“Waspadai perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba seperti hujan lebat, petir, angin kencang, maupun hujan es. Selalu pantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG melalui laman bbmkg2.bmkg.go.id, akun media sosial @bmkgwilayah2, serta aplikasi InfoBMKG,” tutup Hartanto yang dikutip Minggu (02/11/2025).

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru