TANGERANG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menerjunkan 160 relawan dan mendirikan 11 posko bantuan untuk menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak pekan lalu. Banjir dipicu curah hujan tinggi serta meluapnya beberapa sungai, termasuk Sungai Cidurian, dan berdampak pada ribuan warga di berbagai kecamatan, Sabtu (24/01/2026).
Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan banjir sempat surut di beberapa titik. Namun, hujan kembali mengguyur dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan genangan berulang di 11 kecamatan, salah satunya Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti.
“Curah hujan kembali tinggi, akhirnya sejumlah wilayah yang sebelumnya sempat surut kembali tergenang. Perumahan Taman Cikande menjadi salah satu titik terdalam,” ujar Soma saat meninjau lokasi banjir.
Sejak awal kejadian, PMI langsung mengerahkan relawan untuk membantu evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Selain perahu karet, PMI juga menyalurkan berbagai bantuan logistik seperti sembako, hygiene kit, baby kit, dan clean kit.
PMI Kabupaten Tangerang juga telah mendirikan 11 posko di kecamatan Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pengungsian, layanan bantuan kemanusiaan, serta pelayanan kesehatan yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan.
Soma berharap banjir segera surut agar aktivitas warga kembali normal, khususnya di Perumahan Taman Cikande yang menjadi wilayah terdampak paling parah. “Kami berharap kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tutupnya. (jn).





