TANGERANG — Menjelang Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat mengantisipasi tekanan inflasi pangan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) turun langsung ke Pasar Mauk, Jumat (13/02/2026), untuk memastikan harga dan stok kebutuhan pokok tetap terkendali.
Dari hasil pemantauan, mayoritas komoditas utama masih stabil. Harga ayam potong bertahan di Rp38.000 per kilogram atau Rp60.000 per ekor, sementara daging sapi berada di kisaran Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Kondisi ini dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang peningkatan konsumsi saat Ramadan.
“Untuk ayam dan daging relatif stabil. Kami berharap situasi ini sama di pasar lain agar masyarakat tidak terbebani kenaikan harga,” ujar Maesyal.
Namun, kenaikan terjadi pada minyak goreng sebesar Rp1.000 akibat keterlambatan distribusi dari Bulog. Harga yang sebelumnya Rp15.800 naik hingga Rp17.000 per liter. Pemerintah daerah langsung berkoordinasi untuk mempercepat pasokan guna mencegah lonjakan berlanjut.
“Kami sudah minta distribusi dipercepat. Kalau pasokan lancar dan stok cukup, harga akan kembali normal di kisaran Rp15.800 sampai Rp16.000,” tegasnya.
Maesyal memastikan ketersediaan bahan pokok hingga Idulfitri dalam kondisi aman. Pengawasan intensif terus dilakukan untuk menekan potensi spekulasi harga dan menjaga stabilitas pasar, sehingga inflasi daerah tetap terkendali.
“Kami ingin masyarakat tetap memiliki daya beli yang kuat. Stabilitas harga ini penting agar beban belanja rumah tangga tidak meningkat menjelang Ramadan,” pungkasnya. (jn)





