KOTA TANGERANG – Kenaikan harga plastik di pasaran justru dimanfaatkan Pemerintah Kota Tangerang sebagai momentum untuk mengajak masyarakat beralih ke tas belanja ramah lingkungan. Langkah ini dinilai tidak hanya menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi upaya konkret mengurangi timbunan sampah plastik.
Ajakan tersebut disampaikan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang sebagai bagian dari penguatan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala DLH Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menuturkan bahwa tren kenaikan harga plastik menjadi peluang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan sekaligus lebih bijak dalam berbelanja.
“Tren kenaikan harga plastik ini menjadi momentum untuk kembali menggunakan tas belanja ramah lingkungan. Selain lebih hemat, penggunaan plastik sekali pakai juga berpotensi menjadi limbah yang merusak lingkungan,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).
Ia menjelaskan, tas belanja ramah lingkungan memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari dapat digunakan berulang kali hingga ratusan kali, memiliki daya tahan lebih kuat, serta multifungsi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja harian hingga aktivitas kerja.
Selain itu, desain tas ramah lingkungan yang semakin beragam juga membuatnya lebih menarik dan relevan bagi semua kalangan, sehingga perubahan gaya hidup ini tidak lagi dipandang sebagai keterpaksaan, melainkan tren baru yang lebih modern.
Upaya ini juga diperkuat dengan kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik yang telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 111 Tahun 2022, yang berlaku di pusat perbelanjaan, toko swalayan, restoran, hingga pasar tradisional.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pengurangan sampah plastik merupakan bagian penting dari pembangunan kota yang berkelanjutan. Ia mengajak masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana yang berdampak besar.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Membawa tas belanja sendiri adalah langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan dan masa depan kota,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, perubahan kebiasaan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman dihuni, sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat daerah.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan kebijakan yang konsisten, Pemkot Tangerang optimistis penggunaan tas ramah lingkungan akan semakin meluas dan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari warga. (red)





