Sabtu, April 18, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanKolaborasi Digenjot, Penanganan Stunting Tangsel Diuji di Lapangan

Kolaborasi Digenjot, Penanganan Stunting Tangsel Diuji di Lapangan

TANGSEL – Upaya menekan angka stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali ditegaskan sebagai agenda prioritas. Pemerintah kota menilai, keberhasilan program gizi tidak bisa berjalan parsial, melainkan membutuhkan penyatuan visi seluruh pemangku kepentingan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menekankan hal tersebut dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 di Aula Blandongan, Puspemkot Tangsel, Jumat (17/04/2026).

“Kita kumpulkan semua stakeholder, mulai dari puskesmas, Dinkes hingga SPPG. Penanganan stunting dan pemenuhan gizi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Menurut Pilar, pertemuan lintas sektor ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan arah kebijakan, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, menyusui, balita, hingga anak-anak.

Pemkot Tangsel menargetkan angka stunting turun hingga 7 persen pada 2026. Target ini didorong melalui berbagai intervensi, seperti pemberian makanan tambahan, distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri, serta dukungan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat ini, terdapat 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Tangsel. Pilar menegaskan pentingnya standar keamanan pangan dengan mendorong seluruh SPPG mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

“Saya minta semua SPPG segera urus SLHS. Ini penting untuk menjamin makanan yang diberikan benar-benar aman dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti faktor lingkungan sekitar fasilitas layanan gizi yang berpotensi memengaruhi kualitas pangan, seperti drainase tersumbat atau keberadaan titik pembuangan sampah ilegal.

“Kalau ada lingkungan yang tidak mendukung, Pemkot siap turun tangan. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, melalui Dinas Kesehatan, Pemkot Tangsel memiliki kewenangan memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) jika ditemukan SPPG yang tidak memenuhi standar.

Langkah ini menjadi bentuk pengawasan agar seluruh layanan gizi berjalan sesuai standar dan benar-benar berdampak pada penurunan stunting secara berkelanjutan.

Dengan penguatan kolaborasi dan pengawasan yang lebih ketat, Pemkot Tangsel berharap target penurunan stunting tidak hanya menjadi angka, tetapi tercermin dalam peningkatan kualitas kesehatan generasi masa depan. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru