Minggu, Mei 24, 2026
spot_img
BerandaBantenLebakMimpi Warga Lebak Selatan: Jalan Mulus dan Rumah Sakit Dekat Setelah Pemekaran

Mimpi Warga Lebak Selatan: Jalan Mulus dan Rumah Sakit Dekat Setelah Pemekaran

LEBAK – Bagi sebagian warga di wilayah selatan Kabupaten Lebak, pemekaran daerah bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan. Di balik wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Cilangkahan, tersimpan harapan sederhana yang selama ini dinanti masyarakat: jalan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, serta pembangunan yang lebih merata.

Wilayah yang direncanakan masuk Kabupaten Cilangkahan mencakup 10 kecamatan, yakni Bayah, Cibeber, Wanasalam, Banjarsari, Cigemblong, Cijaku, Malingping, Cihara, Panggarangan, dan Cilograng. Kawasan seluas sekitar 1.488 kilometer persegi itu memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata. Namun, luas wilayah dan jarak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lebak selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam mengakses layanan publik.

Salah seorang warga Kecamatan Panggarangan, Ahmad (48), mengaku masyarakat di wilayah selatan masih menghadapi persoalan akses, terutama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan rujukan atau mengurus administrasi pemerintahan. Menurutnya, perjalanan menuju pusat pemerintahan di Rangkasbitung bisa memakan waktu berjam-jam.

“Kalau ada keluarga yang sakit dan harus dirujuk, perjalanan cukup jauh. Kami berharap pelayanan kesehatan semakin dekat dan fasilitasnya semakin lengkap kalau nanti pemekaran terwujud,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan warga Malingping, Siti Nurhayati (39). Ia menilai pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir mulai dirasakan masyarakat, terutama melalui peningkatan jalan dan hadirnya fasilitas kesehatan baru. Namun, ia berharap percepatan pembangunan dapat terus dilakukan agar aktivitas ekonomi warga semakin berkembang.

“Sekarang sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, tetapi masih ada ruas jalan yang perlu ditingkatkan. Kalau akses lancar, hasil pertanian, perdagangan, dan usaha warga juga lebih mudah berkembang,” katanya.

Pemerintah Provinsi Banten sendiri terus memperkuat pembangunan di wilayah selatan sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju pemekaran daerah. Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa peningkatan pelayanan dasar menjadi prioritas agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan sebelum DOB resmi terbentuk.

“Fokus pembangunan kita banyak di wilayah Banten Selatan. Karena kita sadar aksesibilitas di sana harus terus ditingkatkan, sehingga ketika pemekaran itu dilakukan kondisi layanan dasar, infrastruktur dan fasilitas lainnya sudah dalam kondisi baik,” ujar Andra Soni.

Sejumlah program telah digulirkan pemerintah, mulai dari pembangunan dan peningkatan jalan penghubung antarwilayah, pengembangan jaringan irigasi, hingga penguatan layanan kesehatan melalui keberadaan RSUD Malingping dan RSUD Cilograng. Kehadiran dua rumah sakit tersebut menjadi angin segar bagi warga yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis.

Selain sektor kesehatan, pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta. Bahkan, Pemprov Banten tengah merencanakan pembangunan sekolah unggulan berbasis boarding school di wilayah selatan guna membuka akses pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi muda.

Ketua Badan Koordinasi Pembentukan Kabupaten Cilangkahan (Bakor PKC), Herry Djuhaeri, menilai wilayah selatan memiliki potensi ekonomi yang besar untuk berkembang menjadi daerah mandiri. Sumber daya alam, sektor perkebunan, perikanan, hingga destinasi wisata seperti Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, dan Karang Taraje menjadi modal penting bagi pertumbuhan daerah di masa depan.

“Insya Allah, kita akan lebih cepat mandiri jika sudah menjadi kabupaten sendiri,” kata Herry.

Bagi masyarakat Lebak Selatan, pemekaran bukan hanya soal lahirnya kabupaten baru. Lebih dari itu, masyarakat berharap kehadiran pemerintahan yang lebih dekat dapat mempercepat pembangunan dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau. Di tengah penantian dibukanya moratorium DOB oleh pemerintah pusat, harapan itu tetap hidup di setiap sudut selatan Banten yang terus bergerak menuju perubahan. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru