BerandaBantenTangerang SelatanDari Modal Usaha hingga Sembako Murah, Koperasi Merah Putih Mulai Gerakkan Ekonomi...

Dari Modal Usaha hingga Sembako Murah, Koperasi Merah Putih Mulai Gerakkan Ekonomi Kelurahan

TANGSEL – Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, hadirnya jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) membawa harapan baru bagi pelaku usaha kecil dan keluarga berpenghasilan rendah. Program yang kini menjangkau seluruh kelurahan tersebut diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi dari tingkat akar rumput sekaligus memperkuat kemandirian warga.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) telah menuntaskan pembentukan 54 Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh kelurahan pada tujuh kecamatan. Pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan melalui musyawarah dan partisipasi aktif masyarakat di tingkat kelurahan.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih tidak sekadar menjalankan program pemerintah pusat, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat secara langsung. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus menempatkan warga sebagai pelaku utama dalam aktivitas ekonomi.

“Alhamdulillah, ini merupakan langkah penting untuk membangun ekonomi dari bawah. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi di lingkungannya masing-masing,” ujar Benyamin Davnie.

Di lapangan, manfaat koperasi mulai dirasakan oleh pelaku usaha mikro yang selama ini kesulitan mengakses permodalan. Tidak sedikit pedagang kecil yang sebelumnya bergantung pada pinjaman berbunga tinggi, termasuk praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal. Kehadiran koperasi dinilai menjadi alternatif yang lebih aman, terjangkau, dan berpihak kepada masyarakat kecil.

Pengurus Koperasi Merah Putih Kecamatan Ciputat menjelaskan bahwa akses pembiayaan yang sehat menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak bagi pelaku usaha di tingkat kelurahan. “Banyak warga membutuhkan modal cepat untuk usaha, tetapi terjebak pada pinjaman yang memberatkan. Koperasi hadir memberikan solusi pembiayaan yang lebih adil, transparan, dan mudah dijangkau,” ungkapnya.

Tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, koperasi juga didorong menjadi pusat aktivitas ekonomi warga. Sekretaris Koperasi Merah Putih Kecamatan Pamulang mengatakan pihaknya mulai mengembangkan toko sembako koperasi sekaligus membantu pemasaran produk UMKM lokal. Langkah tersebut dinilai mampu memangkas rantai distribusi sehingga harga kebutuhan pokok lebih terjangkau, sementara produk warga memiliki pasar yang lebih luas.

Kementerian Koperasi sendiri menetapkan tiga indikator utama keberhasilan Koperasi Merah Putih, yakni tingginya partisipasi anggota, penguatan kemitraan dan rantai pasok ekonomi, serta tata kelola yang transparan dan profesional. Pemerintah Kota Tangsel juga mendorong integrasi sistem pembiayaan dengan layanan SLIK OJK guna meningkatkan akuntabilitas dan mencegah risiko kredit bermasalah.

Dari sisi ekonomi makro, keberadaan 54 koperasi tersebut diproyeksikan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Selain memperkuat sektor perdagangan dan jasa mikro, program ini diharapkan membantu menekan angka kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pengembangan gerai koperasi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru di sektor ritel, pergudangan, hingga distribusi logistik lokal.

Salah satu contoh keberhasilan mulai terlihat di Kecamatan Pondok Aren yang ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional koperasi berbasis ekonomi sirkular. Dengan lebih dari 600 anggota aktif, koperasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Melalui pembinaan berkelanjutan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, keuntungan usaha atau Sisa Hasil Usaha (SHU) nantinya akan dikembalikan kepada anggota sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di tengah tekanan ekonomi yang masih menghantui sebagian keluarga, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi bukti bahwa penguatan ekonomi rakyat dapat dimulai dari lingkungan terkecil dan tumbuh menjadi kekuatan besar bagi kesejahteraan bersama. (*)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru