BerandaOlahragaBabak Gugur Memanas! Prancis, Inggris dan Portugal Dibayangi Kejutan, Siapa Menyusul Jadi...

Babak Gugur Memanas! Prancis, Inggris dan Portugal Dibayangi Kejutan, Siapa Menyusul Jadi Korban?

TANGERANG – Drama babak 32 besar Piala Dunia 2026 dipastikan belum usai. Setelah tumbangnya Jerman dan Belanda melalui adu penalti, kini sorotan dunia mengarah kepada tiga raksasa Eropa yang akan menjalani laga hidup-mati: Prancis, Inggris, dan Portugal. Status unggulan tak lagi menjadi jaminan setelah turnamen kali ini berkali-kali menghadirkan kejutan besar.

Prancis menjadi tim pertama yang akan diuji saat menghadapi Swedia. Secara kualitas skuad, Les Bleus masih unggul di hampir semua lini. Pengalaman bermain di pertandingan besar serta kedalaman pemain membuat Prancis lebih difavoritkan. Namun, Swedia dikenal sebagai tim yang disiplin bertahan, kuat dalam duel bola mati, dan kerap menyulitkan tim-tim favorit. Jika gagal mencetak gol cepat, Prancis diprediksi akan menghadapi pertandingan yang jauh lebih berat dari perkiraan.

Pengamat sepak bola nasional Kesit Budi Handoyo menilai Prancis tetap menjadi kandidat kuat melaju ke babak berikutnya, tetapi harus mampu mengendalikan tempo sejak menit awal. “Kalau Prancis bisa mendominasi penguasaan bola dan memanfaatkan peluang lebih efektif, mereka berpeluang menang. Tetapi Swedia adalah tipe tim yang sabar menunggu kesalahan lawan,” ujarnya.

Sementara itu, duel Inggris melawan Republik Demokratik Kongo diperkirakan menjadi pertandingan yang menarik. Di atas kertas, The Three Lions memiliki kualitas individu dan kedalaman skuad yang lebih baik. Namun, DR Kongo datang sebagai salah satu kejutan turnamen dengan permainan cepat dan agresif dalam serangan balik. Tim Afrika itu berpotensi menjadi ancaman apabila Inggris kehilangan konsentrasi.

Pengamat sepak bola Binder Singh mengingatkan Inggris agar tidak menganggap enteng lawannya. Menurutnya, Piala Dunia 2026 menunjukkan kesenjangan kualitas antartim semakin tipis. “Sekarang tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap mudah. Tim-tim nonunggulan datang dengan organisasi permainan yang semakin baik. Inggris tetap favorit, tetapi harus menjaga fokus selama 90 menit,” katanya.

Laga yang diprediksi paling sengit adalah pertemuan Portugal kontra Kroasia. Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan karakter yang sangat berbeda. Portugal mengandalkan kreativitas dan kecepatan dalam membangun serangan, sedangkan Kroasia dikenal memiliki pengalaman, penguasaan bola yang rapi, dan mental bertanding yang kuat di fase gugur. Banyak pengamat menilai duel ini berpotensi berlanjut hingga babak tambahan, bahkan kembali ditentukan melalui adu penalti.

Kesit Budi Handoyo menilai Portugal sedikit lebih diunggulkan karena memiliki regenerasi pemain yang lebih cepat dan variasi serangan yang lebih berbahaya. Namun ia mengingatkan bahwa Kroasia memiliki pengalaman panjang menghadapi tekanan di turnamen besar. “Kalau pertandingan berjalan ketat sampai menit-menit akhir, faktor mental akan jauh lebih menentukan dibanding kualitas individu,” jelasnya.

Secara statistik, Prancis menjadi tim dengan peluang terbesar untuk lolos berdasarkan performa sejak fase grup. Inggris berada di posisi berikutnya dengan produktivitas gol yang konsisten, sementara Portugal diprediksi menghadapi ujian terberat karena Kroasia memiliki tradisi tampil solid di fase gugur. Dengan dua raksasa Eropa yang sudah lebih dulu tersingkir, tekanan psikologis terhadap tim-tim favorit kini semakin besar.

Prediksi Skor

Prancis 2-1 Swedia

Inggris 3-1 Republik Demokratik Kongo

Portugal 2-1 Kroasia (berpotensi hingga babak tambahan)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru