TANGERANG – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama yang membuat jutaan pencinta sepak bola menahan napas. Setelah Jerman dan Belanda lebih dulu tersingkir secara mengejutkan, kini giliran Inggris, Belgia, dan tuan rumah Amerika Serikat yang harus berjuang habis-habisan demi mengamankan tiket ke babak 16 besar. Tidak ada kemenangan yang diraih dengan mudah, menegaskan bahwa turnamen kali ini menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam sejarah.
Inggris menjadi tim pertama yang memastikan kelolosan setelah membalikkan keadaan dan mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 di Stadion Atlanta. The Three Lions sempat dikejutkan gol cepat Brian Cipenga pada menit ketujuh, sebelum kapten Harry Kane tampil sebagai penyelamat lewat dua gol pada babak kedua. Brace Kane sekaligus memastikan Inggris menghindari nasib serupa dengan Jerman dan Belanda yang telah lebih dulu angkat koper.
Drama yang lebih menegangkan terjadi pada duel Belgia kontra Senegal. Sempat tertinggal 0-2, Setan Merah bangkit secara luar biasa melalui gol Romelu Lukaku dan Youri Tielemans untuk memaksakan perpanjangan waktu. Saat pertandingan seolah mengarah ke adu penalti, Tielemans kembali menjadi pahlawan lewat gol penalti pada menit 120+5 yang memastikan Belgia menang dramatis 3-2 sekaligus melangkah ke babak 16 besar.
Sementara itu, tuan rumah Amerika Serikat menunjukkan mental juara saat menundukkan Bosnia dan Herzegovina 2-0. Tantangan besar datang setelah striker Folarin Balogun menerima kartu merah pada babak kedua. Bermain dengan 10 pemain tidak membuat tim asuhan Mauricio Pochettino kehilangan organisasi permainan. Mereka justru mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dan mengamankan tempat di fase berikutnya.
Hasil tersebut membuat peta babak 16 besar semakin menarik. Hingga Kamis (2/7), sepuluh tim telah memastikan tiket ke fase berikutnya, yakni Kanada, Brasil, Paraguay, Maroko, Norwegia, Prancis, Meksiko, Inggris, Belgia, dan Amerika Serikat. Sejumlah duel besar pun mulai terbentuk, termasuk pertemuan Belgia melawan Amerika Serikat yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase berikutnya.
Pengamat sepak bola nasional Kesit Budi Handoyo menilai Piala Dunia 2026 telah menghapus anggapan bahwa tim unggulan akan melaju dengan mudah. Menurutnya, kualitas permainan negara-negara nonunggulan kini semakin merata sehingga setiap pertandingan di fase gugur menjadi ujian mental sekaligus taktik.
“Babak gugur selalu berbeda. Tidak cukup hanya mengandalkan nama besar atau kualitas individu. Inggris dan Belgia menjadi contoh bagaimana pengalaman dan mental juara akhirnya membuat perbedaan ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial,” ujarnya.
Senada dengan itu, pengamat sepak bola Binder Singh menyebut turnamen kali ini sebagai salah satu Piala Dunia paling sulit diprediksi dalam satu dekade terakhir. Ia menilai tim-tim unggulan harus tampil jauh lebih efisien jika ingin terus bertahan.
“Jerman dan Belanda sudah menjadi korban. Inggris selamat karena Harry Kane, Belgia karena karakter pantang menyerah, sedangkan Amerika Serikat menunjukkan disiplin luar biasa meski bermain dengan 10 orang. Pesannya jelas, tidak ada lagi pertandingan mudah di Piala Dunia,” katanya.
Kini perhatian publik sepak bola dunia beralih ke laga-laga berikutnya yang mempertemukan Portugal melawan Kroasia serta Spanyol menghadapi Austria. Jika melihat pola kejutan yang terus terjadi sejak fase gugur dimulai, bukan tidak mungkin akan ada lagi tim unggulan yang dipaksa mengakhiri mimpi mereka lebih cepat.
Hasil Pertandingan
Inggris 2-1 Republik Demokratik Kongo
Belgia 3-2 Senegal (setelah perpanjangan waktu)
Amerika Serikat 2-0 Bosnia dan Herzegovina





