TANGSEL – Dampak musim kemarau di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus meluas. Setelah sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, krisis air bersih kini mulai merambah Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong. Kondisi ini membuat pemerintah daerah memperluas distribusi bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh pasokan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat hingga Kamis, 30 Juli 2026, terdapat 10 titik kekeringan yang tersebar di dua kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 222 kepala keluarga (KK) terdampak dan bergantung pada bantuan air bersih yang didistribusikan pemerintah bersama sejumlah instansi dan mitra.
Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, mengatakan Kelurahan Keranggan masih menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling besar. Di kawasan tersebut tercatat sembilan titik kekeringan yang memengaruhi sekitar 192 kepala keluarga.
“Keranggan masih menjadi wilayah dengan jumlah titik kekeringan terbanyak. Namun saat ini kondisi serupa juga mulai terjadi di Kelurahan Serpong sehingga distribusi air bersih kami perluas ke wilayah tersebut,” ujar Essa Nugraha, Jumat (31/7/2026).
Menurut Essa, satu titik kekeringan terbaru berada di RT 006/RW 004, Kelurahan Serpong. Sedikitnya 30 kepala keluarga di kawasan tersebut mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air sumur selama musim kemarau berlangsung.
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Tangsel terus mengerahkan armada mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih warga. Hingga 30 Juli 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 128.350 liter, dengan penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan.
Proses distribusi dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai perangkat daerah dan lembaga. Di antaranya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), PMI Kota Tangerang Selatan, Baznas Kota Tangerang Selatan, PT Tirta Tangsel (PDAM Serpong), PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS), serta dukungan PT Sinar Mas Land BSD.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprakirakan sebagian besar wilayah Pulau Jawa masih berada dalam periode musim kemarau yang berpotensi menyebabkan penurunan debit air tanah dan meningkatnya risiko kekeringan di sejumlah daerah.
“Selama masih ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau, kami akan terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” tegas Essa.
BPBD Tangsel juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian air bersih, serta segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air. Dengan pemantauan yang terus dilakukan, pemerintah berharap penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampak kekeringan tidak semakin meluas di wilayah Tangerang Selatan. (red)





