BerandaBantenTangerang SelatanBukan Cuma Bisa Pakai HP, Tangsel Dorong Warga Makin Cakap Hadapi Era...

Bukan Cuma Bisa Pakai HP, Tangsel Dorong Warga Makin Cakap Hadapi Era AI

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperluas gerakan literasi digital hingga ke berbagai kelompok masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk membekali warga agar tidak sekadar mampu menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga bisa memilah informasi, menjaga keamanan data, serta memanfaatkan teknologi secara produktif di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), edukasi digital kini diarahkan lebih dekat dengan lingkungan masyarakat, mulai dari pelajar, pemuda, santri, remaja masjid, organisasi kepemudaan hingga komunitas di tingkat kewilayahan. Pendekatan tersebut dinilai penting karena kebutuhan dan tantangan digital setiap kelompok tidak selalu sama.

Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tb. Asep Nurdin, mengatakan kecakapan digital harus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Menurutnya, kemampuan menggunakan gawai saja tidak cukup karena masyarakat juga harus mampu menilai apakah informasi yang diterima benar, aman, dan layak disebarluaskan.

“Literasi digital bukan hanya soal bisa menggunakan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan teknologi secara bijak, mampu memilah informasi, dan tidak mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (11/08/2026).

Kebutuhan tersebut semakin relevan setelah AI berkembang dan mampu menghasilkan teks, gambar, suara hingga video dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat batas antara informasi asli dan konten buatan semakin sulit dikenali, sehingga kemampuan verifikasi menjadi bagian penting dari kecakapan digital. Secara nasional, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 berada di angka 44,53, sementara pilar literasi digital tercatat 49,28, menunjukkan masih terbukanya ruang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara efektif, aman dan bertanggung jawab.

Asep menilai pesantren, masjid, komunitas pemuda dan lingkungan kewilayahan dapat menjadi simpul strategis untuk memperluas pengetahuan tersebut. Bagi santri dan generasi muda, materi dapat diarahkan pada pemanfaatan AI untuk belajar, produksi konten positif, kreativitas hingga produktivitas. Sementara bagi masyarakat umum, literasi digital dapat membantu warga mengakses layanan pemerintahan, mencari informasi yang valid, menyampaikan aspirasi serta memanfaatkan peluang ekonomi berbasis teknologi.

“Kita ingin literasi digital ini hadir sampai ke masyarakat. Bukan hanya di ruang-ruang pelatihan atau lingkungan pemerintahan, tetapi juga masuk ke pesantren, komunitas pemuda, masjid dan lingkungan kewilayahan,” jelasnya. Upaya tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga pendidikan, organisasi masyarakat dan komunitas agar edukasi digital tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Penguatan literasi juga menjadi bagian dari transformasi digital Tangsel yang lebih luas, termasuk pemanfaatan teknologi di lingkungan masjid sebagai ruang informasi, edukasi dan pemberdayaan. Pemkot berharap masyarakat nantinya tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu menggunakannya untuk belajar, berkarya, berkolaborasi dan menghasilkan manfaat ekonomi maupun sosial. Dengan begitu, perkembangan teknologi yang semakin cepat dapat diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang semakin matang. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru