TANGSEL – Hitung mundur menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 mulai memasuki fase penting. Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) kini mempercepat sejumlah pekerjaan teknis, mulai dari memastikan lokasi pertandingan, menyusun kebutuhan akomodasi kontingen, hingga menyiapkan skema kerja sama dengan pihak swasta.
Sebagai daerah yang dipercaya menjadi tuan rumah, Tangsel harus memastikan pelaksanaan pertandingan puluhan cabang olahraga berjalan lancar. Wakil Wali Kota Tangsel sekaligus bagian dari jajaran PB Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, menargetkan seluruh venue pertandingan sudah mendapatkan kepastian dalam pekan ini.
“Insyaallah dalam minggu ini venue saya harap sudah clear semuanya. Kami juga ingin bertemu dengan semua pemilik venue di luar Pemkot Tangsel untuk berdiskusi. Mudah-mudahan harganya bisa dibantu supaya kita juga bisa menekan anggaran,” ujar Pilar dalam keterangannya, Kamis (13/08/2026).
Menurut Pilar, kebutuhan venue untuk sekitar 60 cabang olahraga (cabor) pada dasarnya sudah terpetakan. Sejumlah pertandingan akan memanfaatkan fasilitas milik Pemkot Tangsel, sedangkan cabor lainnya membutuhkan lokasi milik swasta atau pengelola di luar aset pemerintah daerah.
Skema tersebut membuat komunikasi dengan pemilik venue menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan. Selain memastikan jadwal penggunaan, Pemkot Tangsel juga berupaya memperoleh harga sewa yang lebih efisien sehingga penyelenggaraan olahraga tingkat provinsi tersebut tidak membebani anggaran daerah.
Beberapa lokasi pertandingan bahkan masih dalam tahap pencarian alternatif. Cabor bermotor dan cricket menjadi contoh karena sebelumnya direncanakan digelar di luar Tangsel. Namun, panitia kini menemukan kemungkinan venue di kawasan Serpong yang dinilai bisa menjadi opsi. “Kalau bisa di Tangsel, ya kita usahakan di Tangsel saja,” tegas Pilar.
Di sisi lain, persiapan tidak berhenti pada penyediaan tempat pertandingan. PB Porprov VII Banten 2026 juga tengah mempercepat finalisasi buku teknis pertandingan. Dokumen tersebut menjadi acuan bagi KONI kabupaten dan kota peserta sehingga seluruh pihak memiliki pedoman yang sama sebelum kompetisi dimulai.
“Segera mungkin dicetak, ya, karena buku teknis pertandingan ini harus disampaikan kepada KONI kabupaten dan kota yang lain untuk segera dibaca. Ini bagian dari percepatan supaya persiapan menjelang tiga bulan lebih ini bisa tercapai,” kata Pilar.
Persoalan akomodasi kontingen juga masuk dalam agenda utama. Pemkot Tangsel telah melakukan inventarisasi hotel yang berpotensi digunakan selama Porprov pada November 2026. Selanjutnya, pemerintah daerah akan membangun kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mendapatkan skema layanan yang lebih menguntungkan peserta.
“Hotel sudah kita inventarisasi, tinggal MoU-nya saja. Kita harapkan ada special rate untuk teman-teman kontingen, sehingga lebih terjangkau,” ujar Pilar.
Ketersediaan kamar hotel di wilayah Tangsel dinilai masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan kontingen. Selain sektor perhotelan, kerja sama juga disiapkan dengan rumah sakit dan sejumlah organisasi lain untuk memperkuat dukungan selama ajang olahraga berlangsung.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Pemkot Tangsel memilih pendekatan kolaboratif dengan mengoptimalkan aset daerah sekaligus menggandeng sektor swasta. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026 sekaligus membuat penggunaan anggaran lebih efisien.





