TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus mendorong Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Hasil skrining diharapkan menjadi pintu awal bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendapatkan penanganan lebih cepat bila ditemukan risiko penyakit.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan pemeriksaan sejak dini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.
“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk mengetahui kondisi masyarakat sejak awal. Kalau ditemukan ada faktor risiko atau penyakit, bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Benyamin, Senin (14/9/2026).
Hingga akhir Agustus 2026, cakupan CKG di Kota Tangsel telah mencapai 53 persen dari sasaran. Angka tersebut meningkat dibandingkan capaian 48 persen pada 24 Agustus 2026. Pemkot menargetkan seluruh sasaran dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut.
Untuk mengejar target sekaligus memperbaiki kualitas pelaksanaan, Dinas Kesehatan Kota Tangsel menggelar Evaluasi Pelaksanaan CKG pada 8–10 September 2026. Evaluasi ini melibatkan jajaran Dinas Kesehatan dan penanggung jawab program dari UPTD Puskesmas se-Kota Tangsel.
Pembahasan juga melibatkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Materi evaluasi mencakup capaian program, skrining dan tatalaksana penyakit tidak menular, strategi tindak lanjut, pemeriksaan kesehatan jiwa, hingga pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah.
Aspek pencatatan turut menjadi perhatian. Data hasil CKG umum maupun CKG sekolah melalui ASIK CKG (Aplikasi Sehat IndonesiaKu) dievaluasi agar setiap pemeriksaan terdokumentasi secara baik dan dapat dimanfaatkan untuk membaca kondisi kesehatan masyarakat.
Pengelolaan data tersebut menjadi penting karena hasil pemeriksaan dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan pelayanan, menyusun perencanaan kesehatan, serta memastikan warga yang memiliki faktor risiko memperoleh tindak lanjut sesuai kondisinya.
Evaluasi kemudian diarahkan pada indikator CKG dan penyusunan rencana tindak lanjut di tingkat puskesmas. Dengan langkah tersebut, Pemkot Tangsel ingin memastikan program bukan hanya menghasilkan angka capaian pemeriksaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui CKG, warga memiliki kesempatan untuk mengenali kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit lebih awal. Semakin cepat masalah ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini. (red)





