BerandaEkbis6 Hari Merah, IHSG Tutup Pekan di 6.441

6 Hari Merah, IHSG Tutup Pekan di 6.441

JAKARTA – Bursa saham Indonesia menutup pekan ini dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di level 6.441,16 pada perdagangan Jumat (18/9/2026), turun 21,27 poin atau 0,33 persen.

Penurunan tersebut membuat IHSG mencatat koreksi sekitar 1,42 persen sepanjang pekan ini. Tekanan bahkan sempat berlangsung selama enam hari perdagangan berturut-turut sebelum indeks rebound tipis 0,40 persen pada Kamis (17/9). Namun, penguatan itu kembali terhapus pada perdagangan terakhir pekan ini.

Pergerakan sepanjang pekan cukup berliku. IHSG berada di 6.534,69 pada Senin, kemudian jatuh 1,13 persen pada Selasa dan kembali melemah 0,38 persen pada Rabu. Kamis sempat menjadi napas pendek dengan penguatan ke 6.462,43, sebelum Jumat kembali ditutup merah.

Pada perdagangan Jumat, tekanan terutama terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sebanyak 442 saham ditutup melemah, sementara 204 saham menguat dan 144 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp19,27 triliun dengan volume 32,60 miliar saham.

Hampir seluruh sektor ikut tertekan. Sektor industri menjadi yang terdalam dengan penurunan 1,64 persen, disusul properti 1,44 persen dan kesehatan 1,12 persen. Hanya sektor teknologi yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,27 persen.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta sebelumnya menyebut pergerakan IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik. Faktor yang diperhatikan pasar antara lain arus dana asing, rupiah, kebijakan bank sentral, yield US Treasury, harga komoditas, geopolitik serta dinamika rebalancing indeks.

Tekanan pasar juga muncul menjelang dan setelah keputusan The Fed. Pada Rabu, pelaku pasar masih bersikap wait and see terhadap kebijakan bank sentral AS tersebut, sementara saham-saham big caps turut menjadi beban indeks.

Menariknya, di tengah IHSG yang melemah, sejumlah saham tetap mampu mencatat kenaikan tajam. Pada Jumat, NASI, TRUE dan BAJA menjadi beberapa saham dengan penguatan terbesar, sementara sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang berakhir positif.

Catatan redaksi : Buat investor kecil, penutupan pekan ini menunjukkan satu hal sederhana: pasar masih sangat sensitif terhadap sentimen global, arus dana asing dan pergerakan saham-saham besar. Jadi, akhir pekan bisa menjadi waktu untuk mengevaluasi portofolio dengan kepala dingin, bukan sekadar ikut panik melihat IHSG merah. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru