TANGSEL — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong anak dan pemuda tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan ruang digital untuk belajar, berkarya, membuat konten positif, sekaligus ikut menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan menggunakan gawai dan media sosial dinilai belum cukup tanpa dibarengi kecakapan memahami informasi serta kesadaran terhadap dampak dari setiap aktivitas di internet.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara anak muda mendapatkan pengetahuan, berkomunikasi dan membangun relasi. Kondisi tersebut membuat kemampuan berpikir kritis di ruang digital semakin dibutuhkan.
“Anak dan pemuda tidak cukup hanya bisa menggunakan teknologi. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menjaga data pribadi, memahami etika di ruang digital, dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif,” ujar Tb. Asep Nurdin, Rabu (7/10/2026).
Menurut Asep, derasnya arus informasi juga membawa sejumlah risiko yang harus dipahami sejak dini. Informasi palsu, perundungan siber dan penyalahgunaan data pribadi dapat muncul ketika pengguna tidak memiliki pemahaman yang memadai mengenai keamanan serta etika beraktivitas di internet.
Karena itu, edukasi digital perlu dibangun secara berkelanjutan. Keluarga, sekolah, komunitas dan pemerintah memiliki peran masing-masing dalam membimbing anak serta pemuda agar mampu menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
“Ruang digital harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, berkarya, dan berinteraksi. Karena itu, edukasi literasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, komunitas, dan pemerintah,” jelasnya.
Diskominfo Tangsel terus menyampaikan edukasi mengenai cara mengenali informasi yang tidak benar, menjaga keamanan akun dan data pribadi, serta membangun etika ketika berkomunikasi melalui media sosial. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Di sisi lain, anak dan pemuda juga diarahkan untuk melihat teknologi sebagai ruang produktif. Kreativitas dapat dikembangkan melalui pembuatan konten positif maupun berbagai karya digital yang memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi lingkungan sekitar. (Red)





