BerandaEkbisKemarin Terbang, Hari Ini IHSG Kembali Terpeleset

Kemarin Terbang, Hari Ini IHSG Kembali Terpeleset

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Setelah sehari sebelumnya melonjak 1,21 persen, IHSG hari ini terkoreksi 0,75 persen atau 46,21 poin ke level 6.146,72.

Pergerakan bursa berlangsung cukup fluktuatif. IHSG sempat dibuka di sekitar level 6.210 dan mencapai posisi tertinggi 6.214,76 sebelum tekanan jual membawa indeks turun hingga mendekati level penutupannya. Data historis perdagangan mencatat rentang harian IHSG berada di kisaran 6.146,02–6.214,76.

Tekanan terlihat cukup luas di pasar. Dari 793 saham yang tercatat bergerak, sebanyak 378 saham melemah, sedangkan 258 saham menguat dan 157 lainnya stagnan. Nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp36,20 triliun dengan volume perdagangan sekitar 48,42 miliar saham dan frekuensi 1,53 juta transaksi.

Dari sisi sektoral, energi menjadi pemberat paling dalam setelah terkoreksi 1,56 persen. Sektor barang konsumen non-primer turun 1,21 persen, barang baku melemah 1,15 persen, industri turun 1,11 persen, sementara infrastruktur terkoreksi 0,85 persen.

Di tengah tekanan mayoritas sektor, sektor keuangan justru masih mampu bertahan di zona hijau tipis sebesar 0,02 persen. Sektor kesehatan juga relatif terbatas dengan penurunan hanya 0,07 persen.

Pergerakan hari ini juga memperlihatkan bahwa penguatan IHSG pada Selasa belum sepenuhnya mampu mengubah arah pasar. Pada perdagangan 6 Oktober, IHSG sebelumnya melesat 1,21 persen ke 6.192,93, sehingga koreksi hari ini menjadi tanda bahwa investor masih berhati-hati menghadapi pergerakan pasar.

Dari aktivitas saham, AKKU menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 33,96 persen, disusul ASMI yang melompat 33,33 persen dan PGLI sebesar 24,53 persen. Sebaliknya, UANG menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 13,19 persen, diikuti ROCK 11,11 persen dan INTD 10,86 persen.

Sementara itu, perhatian investor juga masih tertuju pada saham-saham berkapitalisasi besar. Pada sesi I, tekanan terhadap sejumlah saham berbobot besar ikut menahan laju IHSG, termasuk BYAN. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan saham big caps masih memiliki pengaruh kuat terhadap arah indeks.

Bagi investor ritel, penutupan di 6.146,72 menjadi catatan penting karena IHSG kembali menjauh dari level 6.200 setelah sempat menembus area tersebut pada awal perdagangan. Dengan kondisi pasar yang masih mudah berubah, investor perlu mencermati arah volume transaksi, pergerakan saham berkapitalisasi besar dan sentimen pasar sebelum menentukan langkah berikutnya.

Singkatnya, bursa hari ini memberikan pesan sederhana: kemarin IHSG bisa melompat, hari ini bisa kembali terkoreksi. Jadi, buat kawan-kawan yang sedang belajar saham, jangan buru-buru mengejar harga hanya karena melihat indeks atau saham tertentu sedang naik. Perusahaan bagus, harga masuk akal, dan sesuai tujuan kita tetap menjadi pegangan yang adem.(Red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru