Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaBantenKota TangerangAPPPTMA Konsolidasi Nasional di UMT, AI Jadi Motor Kenaikan Publikasi dan Guru...

APPPTMA Konsolidasi Nasional di UMT, AI Jadi Motor Kenaikan Publikasi dan Guru Besar

KOTA TANGERANG — Transformasi digital pendidikan tinggi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi agenda utama dalam Workshop Nasional Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APPPTMA) yang digelar pada 13–14 Februari 2026 di Aula Gedung Soedirman, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Forum ini menjadi momentum konsolidasi nasional untuk memperkuat daya saing akademik pascasarjana PTMA di tengah kompetisi global.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr. Budi Akbar, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus adaptif terhadap perubahan zaman, terutama dalam penguatan riset dan publikasi internasional berbasis teknologi.

Workshop menghadirkan dua agenda strategis, yakni publikasi pada jurnal internasional bereputasi berbasis AI serta penyesuaian dokumen strategis perguruan tinggi berbasis AI. Sebanyak 67 peserta dari 28 PTMA yang tersebar di 27 provinsi hadir dalam forum tersebut, menunjukkan keseriusan membangun tata kelola pascasarjana yang unggul dan terintegrasi secara nasional.

Ketua APPPTMA, Prof. Dr. Suparman, M.Si., DEA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini terdapat 237 Program Magister (S2) dan 38 Program Doktor (S3) di lingkungan PTMA. Jumlah tersebut merupakan kekuatan besar yang harus dikelola dengan tata kelola unggul dan produktivitas akademik tinggi. Ia menegaskan bahwa workshop ini berfokus pada tiga target utama: peningkatan peringkat akreditasi pascasarjana, peningkatan jumlah dosen dengan jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar, serta penguatan tata kelola profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, publikasi di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus bukan sekadar syarat administratif kenaikan jabatan dari Lektor Kepala ke Guru Besar, tetapi bagian dari ikhtiar membangun tradisi akademik kuat dan memperluas jejaring global. “Kita ingin marwah keilmuan PTMA semakin kokoh di tingkat internasional,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa penyesuaian dokumen strategis harus selaras dengan dinamika regulasi, kebutuhan masyarakat, serta arah kebijakan pendidikan tinggi nasional dan global.

Rektor UMT, Dr. H. Desti Arwen, M.Pd., dalam sambutannya berharap para dosen mampu menjawab tantangan global dengan meningkatkan kemampuan menulis ilmiah berbantuan AI, namun tetap berpegang teguh pada etika akademik. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat penguat kualitas, bukan jalan pintas yang mengabaikan integritas ilmiah.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Ismayudin Yuliyzar, SE., MM., dalam wawancara dengan media menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami berterima kasih atas partisipasi 67 peserta dari 28 PTMA. Ini menunjukkan komitmen bersama untuk melakukan lompatan digital di lingkungan pascasarjana,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa integrasi AI di kampus bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mempercepat riset dan meningkatkan kualitas publikasi internasional.

Diskusi dalam workshop juga menyoroti etika penggunaan AI dalam riset dan publikasi. Para peserta sepakat bahwa pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab demi menjaga kredibilitas akademik.

Sebagai bagian dari kegiatan, panitia juga menggelar city tour untuk memperkenalkan wajah Kota Tangerang. Peserta mengunjungi Situ Cipondoh, Masjid Raya Al-Azhom, Jembatan Kaca, serta kawasan kuliner ikonik Pasar Lama Tangerang. Agenda ini menjadi ruang silaturahmi yang mempererat jejaring antarkampus dalam suasana lebih cair dan kolaboratif.

Dalam ajang tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik. Terbaik I diraih Endraria dari Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan artikel berjudul “Transfer Pricing, Thin Capitalization, and Tax Avoidance: The Moderating Role of Audit Quality” yang menargetkan jurnal Journal of Accounting in Emerging Economies. Terbaik II diraih Alum Kusumah dari Universitas Muhammadiyah Riau dengan artikel “Twin Transition Synergy: Green HRM, Digital Readiness, and Eco-Innovation via Shared Vision” yang menargetkan jurnal Corporate Social Responsibility and Environmental Management. Sementara Terbaik III diraih Yogi Muhammadi Saputro dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan artikel “Digital Transformation in Islamic Religious Education” yang menargetkan jurnal Digital Education for All.

Melalui workshop ini, APPPTMA berharap transformasi digital berbasis AI dapat berjalan sistematis dan merata di seluruh PTMA. Langkah ini diyakini akan memperkuat reputasi akademik, meningkatkan produktivitas publikasi internasional, serta mengokohkan posisi pendidikan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di kancah global. (jn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru