SERANG – Ambisi besar tengah disiapkan Provinsi Banten untuk menorehkan sejarah baru di dunia olahraga nasional. Bersama Provinsi Lampung, Banten resmi mencalonkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032, sebuah langkah strategis yang diyakini mampu mendorong kemajuan infrastruktur sekaligus prestasi atlet daerah.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pencalonan ini bukan sekadar ajang menjadi tuan rumah, tetapi bagian dari upaya besar membangun ekosistem olahraga yang lebih maju dan kompetitif.
“Bagi kami ini penting untuk pembangunan infrastruktur agar tidak tertinggal dari daerah lain seperti Jakarta. Sekaligus mendorong masyarakat semakin gemar berolahraga,” ujarnya saat menghadiri Final Turnamen Tenis Piala Gubernur Banten 2026 di Kota Serang, Minggu (12/04/2026).
Langkah Banten semakin terbuka setelah diketahui bahwa hingga penutupan pendaftaran, hanya dua daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah PON 2032, yakni Banten dan Lampung. Kondisi ini memperbesar peluang keduanya untuk ditetapkan sebagai tuan rumah bersama.
Proses penilaian pun terus berjalan. Tim dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah melakukan visitasi ke sejumlah venue olahraga untuk memastikan kesiapan fasilitas yang diusulkan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, mengungkapkan hasil sementara menunjukkan progres yang cukup menggembirakan.
“Alhamdulillah, sekitar 70 persen venue dinyatakan memenuhi persyaratan. Ini menunjukkan Banten layak menjadi tuan rumah PON 2032,” ujarnya.
Ia menambahkan, penetapan resmi tuan rumah akan dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI pada Mei 2026 mendatang. Pemerintah daerah pun berharap dukungan penuh dari masyarakat agar peluang ini bisa terwujud.
Selain persiapan PON, Pemprov Banten juga terus memperkuat fondasi olahraga melalui berbagai agenda daerah. Tahun 2026 akan diramaikan oleh Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Kota Cilegon dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kota Tangerang Selatan.
Menurut Syaukani, penguatan ekosistem olahraga tidak hanya berhenti pada event besar, tetapi juga melalui pembinaan berkelanjutan di berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Dengan kesiapan infrastruktur yang terus dikejar dan dukungan lintas sektor, Banten optimistis mampu menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan prestasi membanggakan bagi daerah. (red)





