Rabu, Maret 4, 2026
spot_img
BerandaBantenKota TangerangHarga Naik Diam-Diam, Warga Tangerang Jangan Panik Dulu! Ini Kata Pemkot Tangerang

Harga Naik Diam-Diam, Warga Tangerang Jangan Panik Dulu! Ini Kata Pemkot Tangerang

KOTA TANGERANG – Memasuki pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, denyut ekonomi Kota Tangerang ikut terasa lebih kencang. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 mencapai 4,64 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,47. Angka ini menunjukkan tren kenaikan dalam tiga bulan terakhir, setelah Desember 2025 berada di 2,55 persen dan Januari 2026 di 3,52 persen.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, menjelaskan lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan momentum Imlek, ditambah faktor cuaca yang memengaruhi pasokan pangan.

“Kami menerima rilis resmi BPS yang menunjukkan inflasi Februari menyentuh 4,64 persen. Kenaikan ini dipengaruhi permintaan musiman dan distribusi pangan yang terdampak kondisi cuaca,” ujar Ruta, Selasa (03/03/2026).

Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama tekanan harga. Bayam tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 70,76 persen. Bawang merah naik 19,61 persen, daging ayam ras 5,28 persen, serta emas perhiasan 5,22 persen. Meski demikian, kontribusi masing-masing komoditas terhadap andil inflasi berada pada kisaran 0,08 hingga 0,09 persen.

Di tengah kenaikan tersebut, Pemkot Tangerang menilai kondisi inflasi masih relatif terkendali. Ruta menyebut angka 4,64 persen masih lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Provinsi Banten yang mencapai 5,7 persen.

Selain itu, secara bulanan terjadi perbaikan tren dari deflasi 0,38 persen menjadi inflasi moderat 0,64 persen. “Artinya, tekanan harga masih dalam batas yang bisa kita kelola. Ini menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi bagi kami,” katanya.

Untuk menjaga daya beli warga, terutama menjelang Idulfitri, pemerintah daerah menggencarkan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern. Operasi pasar murah serta program Gampang Sembako Ramadan diperluas ke seluruh kecamatan. Intervensi ini diharapkan mampu menahan lonjakan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap aman.

“Ramadan adalah momentum ibadah, bukan kekhawatiran. Kami ingin memastikan masyarakat tetap tenang, kebutuhan pokok tersedia, dan harga tetap terjangkau,” tutup Ruta. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru