KOTA TANGERANG – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota Tangerang mengingatkan warganya untuk tidak lengah terhadap potensi bencana, terutama banjir yang masih berpeluang terjadi akibat cuaca ekstrem. Imbauan ini disampaikan agar masyarakat dapat meninggalkan rumah dengan lebih tenang saat pulang ke kampung halaman tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggal yang ditinggalkan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan bahwa wilayah Kota Tangerang masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut dapat memicu genangan hingga banjir di sejumlah kawasan permukiman jika tidak diantisipasi sejak awal.
“Karena itu masyarakat perlu memastikan saluran air di sekitar rumah dalam kondisi bersih dan lancar. Selain itu, barang berharga maupun peralatan elektronik sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi serta mencabut aliran listrik dari perangkat yang tidak digunakan sebelum berangkat mudik,” ujar Mahdiar dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga mengingatkan warga untuk memastikan pintu dan jendela rumah tertutup rapat serta instalasi listrik dalam kondisi aman. Koordinasi dengan tetangga maupun pengurus lingkungan seperti RT dan RW juga dinilai penting agar kondisi rumah dapat dipantau selama ditinggal dalam waktu cukup lama.
“Warga juga diharapkan memantau informasi cuaca dari sumber resmi, memahami jalur evakuasi di wilayahnya, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tambahnya.
Selain itu, dokumen penting seperti identitas diri, sertifikat, atau dokumen keluarga disarankan untuk disimpan di tempat aman atau dibuat salinan digital. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk antisipasi jika terjadi situasi darurat yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Wali Kota Kota Tangerang, Sachrudin, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga kepedulian antarwarga selama musim mudik berlangsung. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana.
“Tradisi mudik adalah momen yang penuh kebahagiaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga. Namun sebelum berangkat, pastikan rumah dalam kondisi aman dan lingkungan sekitar tetap terpantau. Dengan kewaspadaan bersama, kita bisa menjaga Kota Tangerang tetap aman selama musim mudik,” ujar Sachrudin.
Pemerintah Kota Tangerang juga memastikan layanan tanggap darurat tetap siaga selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Warga dapat menghubungi layanan darurat melalui call center 112 atau nomor piket Posko Mako BPBD Kota Tangerang di 021-5582-144 jika terjadi kondisi kegawatdaruratan. (red)





