Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaBantenKota TangerangRamadan Aman dan Tenang, Dinkes Tangerang Uji Takjil di Pasar Lama

Ramadan Aman dan Tenang, Dinkes Tangerang Uji Takjil di Pasar Lama

KOTA TANGERANG – Di balik manisnya sirup dan cerahnya warna jajanan berbuka, ada kekhawatiran yang tak selalu terlihat. Untuk memastikan takjil yang dikonsumsi warga benar-benar aman, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (DInkes) turun langsung melakukan uji sampel makanan di kawasan Pasar Lama, Senin (23/02/2026).

Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan pengawasan dilakukan demi melindungi masyarakat dari potensi bahan berbahaya yang kerap tersembunyi di balik tampilan menarik. “Kami ingin masyarakat merasa aman saat berbuka. Jangan sampai momen ibadah justru terganggu karena makanan yang tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Selama tiga hari ke depan, pemeriksaan menyasar pasar tradisional di 13 kecamatan. Berbagai jenis takjil diambil sebagai sampel, mulai dari bakso, tahu, kerupuk berwarna, otak-otak, kue basah hingga sirup dengan warna mencolok. Makanan dengan tampilan terlalu terang menjadi perhatian khusus karena berpotensi mengandung zat tambahan yang tidak sesuai aturan.

“Kami fokus pada warna yang tidak wajar. Itu bisa menjadi indikator penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang. Semua sampel diuji untuk memastikan tidak ada kandungan berbahaya,” jelasnya.

Namun pendekatan yang diambil tidak represif. Jika ditemukan pelanggaran, pedagang akan dibina dan diberikan edukasi agar mengganti bahan baku dengan yang aman. Sementara pedagang yang lolos uji laboratorium akan mendapatkan label khusus sebagai penanda keamanan produk. “Label ini menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa makanan tersebut sudah melalui pemeriksaan,” tambahnya.

Pemkot Tangerang juga mengingatkan warga agar lebih kritis dalam memilih takjil. Warna mencolok bukan selalu tanda kualitas. Ramadan adalah bulan menjaga diri—bukan hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari risiko yang bisa membahayakan kesehatan. (jn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru