Kamis, Februari 5, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanSambil Tunggu PSEL, Gubernur Banten Kirim Toren POC dan Biogas untuk Warga...

Sambil Tunggu PSEL, Gubernur Banten Kirim Toren POC dan Biogas untuk Warga Tangsel

TANGSEL — Kepedulian Gubernur Banten, Andra Soni, terhadap persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ditunjukkan melalui langkah nyata. Ia memberikan bantuan fasilitas pengolahan sampah organik berupa toren Pupuk Organik Cair (POC) dan biogas, yang sepenuhnya bersumber dari dana pribadi, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Fasilitas tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik rumah tangga hingga 100 kilogram per hari. Selain menghasilkan pupuk cair, sistem ini juga mampu memproduksi biogas yang dapat dimanfaatkan warga untuk memasak selama 30 hingga 60 menit setiap hari.

Inisiator Toren POC dan Biogas sekaligus Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian langsung Gubernur Banten terhadap kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi Tangsel.

“Pak Gubernur Andra Soni memiliki perhatian serius terhadap persoalan sampah di Tangsel. Sambil menunggu proyek Aglomerasi PSEL berjalan, beliau ingin ada solusi jangka pendek yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Bantuan ini murni dari dana pribadi beliau, bukan dari APBD,” ujar Ade, Minggu (18/01/2026).

Menurut Ade, bantuan tersebut tidak berhenti pada penyediaan fasilitas semata. Atas arahan Gubernur, dilakukan pula pendampingan dan edukasi berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

“Perubahan perilaku itu yang paling penting. Pak Gubernur menekankan agar warga didampingi secara terus-menerus, supaya sampah dipilah dan diolah dari sumbernya. Dengan begitu, yang dibuang ke TPS dan TPA hanya residu,” jelasnya.

Ade optimistis, jika pendampingan dilakukan secara konsisten, budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan konsep zero waste dapat tumbuh di lingkungan masyarakat.

“Insyaallah, kalau dilakukan terus, masyarakat akan terbiasa mengelola sampah dari rumah,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong, Kecamatan Serpong, Anita Yuliana. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi suntikan semangat di tengah keterbatasan yang dihadapi saat kondisi darurat sampah.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas perhatian dan bantuannya. Bank sampah kami tetap berjalan meski dengan berbagai keterbatasan. Dukungan fasilitas dan pendampingan ini membuat kami kembali bersemangat,” ujarnya.

Anita mengakui, pengelolaan sampah organik selama ini menjadi tantangan tersendiri. Upaya budidaya maggot yang pernah dicoba belum berjalan optimal karena membutuhkan ketekunan dan konsistensi tinggi.

“Kami sempat mencoba budidaya maggot, tapi memang tidak mudah. Mudah-mudahan dengan adanya toren POC ini, persoalan sampah organik di lingkungan kami bisa lebih teratasi,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap pengurangan sampah dari sumber dapat berjalan seiring dengan pembangunan sistem pengelolaan sampah berskala besar, sehingga beban TPS dan TPA dapat ditekan secara bertahap dan berkelanjutan. (jn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru