TANGSEL – Anggota DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) dari Fraksi Partai Gerindra, Edi Mamat, menggagas gerakan bertajuk “Sampah Jadi Rupiah” sebagai solusi atas persoalan sampah sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan warga.
Persoalan sampah di Tangsel masih menjadi tantangan serius. Sebagai wilayah penyangga ibu kota, volume sampah di kota ini mencapai sekitar 1.200 ton per hari, sehingga diperlukan langkah konkret yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Gerakan “Sampah Jadi Rupiah” digagas Edi Mamat di lingkungan tempat tinggalnya, tepatnya di RT 09 RW 08, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara. Program ini mengajak warga untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga agar memiliki nilai ekonomis.
Dalam pelaksanaannya, setiap warga yang berpartisipasi diberikan buku tabungan sebagai media pencatatan. Sampah yang disetorkan akan dikonversi ke dalam bentuk rupiah dan dicatat secara transparan, sehingga mendorong kebiasaan menabung sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Jenis sampah yang dapat diuangkan pun cukup beragam, mulai dari plastik, kertas, barang elektronik bekas, hingga minyak jelantah, yang selama ini kerap terbuang tanpa dimanfaatkan.
Edi Mamat menegaskan, sebagai kader Partai Gerindra, dirinya ingin menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui buku tabungan ini, warga bisa melihat hasil dari kepedulian mereka terhadap lingkungan. Sampah yang dikelola dengan baik bisa menjadi tabungan dan membantu kebutuhan rumah tangga,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Selasa (27/01/2026).
Ia juga mengajak masyarakat Serpong Utara untuk ikut berpartisipasi aktif dalam gerakan tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis ekonomi merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Ke depan, Edi Mamat berkomitmen untuk terus mengawal serta mengembangkan program-program kerakyatan yang inovatif dan berkelanjutan di wilayah Tangerang Selatan. (jn)





