Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanUji Lab Air Sungai Tangsel, DLH Waspadai Risiko Kesehatan akibat Pestisida

Uji Lab Air Sungai Tangsel, DLH Waspadai Risiko Kesehatan akibat Pestisida

TANGSEL – Dugaan pencemaran bahan kimia di Kali Jaletreng pascakebakaran gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Kecamatan Setu, memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan air, kelangsungan ekosistem sungai, serta potensi dampak jangka panjang bagi kesehatan warga.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium, guna mengidentifikasi kandungan zat berbahaya yang diduga mengalir ke badan sungai. Pengujian dilakukan secara lintas wilayah, dengan DLH Kota Tangerang mengambil sampel di Pintu Air 10, serta DLH Kabupaten Tangerang di Sepatan, untuk memetakan sebaran cemaran hingga ke hilir.

Kepala DLH Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh, menyebut hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan tingkat bahaya, termasuk potensi ancaman terhadap sumber air, biota sungai, serta paparan tidak langsung kepada masyarakat melalui rantai makanan.

“Kami sudah mengambil sampel air dan mengujinya di laboratorium. Hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Bani, Selasa (10/02/2026).

DLH juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga untuk tidak mengonsumsi ikan dari perairan terdampak, menyusul temuan ikan mati yang diduga terpapar residu bahan kimia. Paparan pestisida dalam ekosistem perairan berpotensi meninggalkan residu beracun yang berdampak pada kesehatan manusia jika masuk ke rantai konsumsi.

“Kami tidak mengetahui kondisi ikan tersebut. Ada kekhawatiran sudah terpapar zat kimia, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi,” tegasnya.

Selain risiko pangan, para ahli lingkungan mengingatkan bahwa kontaminasi pestisida di sungai dapat berdampak jangka panjang, mulai dari penurunan kualitas air baku, gangguan kesehatan kronis, hingga kerusakan ekosistem perairan jika tidak ditangani secara cepat dan menyeluruh.

Sebagai respons, DLH bersama Satpol PP dan Dinas Kesehatan akan melakukan mitigasi lanjutan, termasuk pemantauan kualitas lingkungan, edukasi masyarakat, serta koordinasi dengan pengelola kawasan industri Taman Tekno untuk mencegah potensi bencana lingkungan berulang.

“Sesuai arahan Wali Kota Benyamin Davnie, tim gabungan akan turun langsung untuk mitigasi dan memastikan tidak ada dampak lanjutan yang membahayakan masyarakat,” kata Bani.

Kasus ini membuka kembali pertanyaan besar soal pengawasan industri berisiko tinggi, kesiapan sistem pencegahan pencemaran, serta perlindungan jangka panjang terhadap air bersih dan kesehatan publik di wilayah Tangerang Selatan. (jn)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru