TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Demi memastikan setiap makanan yang diterima siswa benar-benar aman dan layak konsumsi, Pemkot Tangsel menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji petik secara acak terhadap makanan yang diproduksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Langkah ini diambil setelah muncul laporan dari sejumlah orang tua siswa di wilayah Pamulang dan Pondok Kacang Barat. Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pengawasan menyeluruh dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk proses distribusi makanan ke sekolah.
“Keterlibatan Dinkes dan BPOM bertujuan memastikan rantai distribusi berjalan sesuai standar keamanan pangan, serta menjamin setiap makanan yang sampai ke tangan anak-anak berada dalam kualitas terbaik,” ujar Benyamin, Senin (02/03/2026).
Tak hanya pengujian sampel makanan, Pemkot Tangsel juga melakukan audit kebersihan dapur SPPG secara berkala. Pemeriksaan mencakup sanitasi ruang produksi, kelayakan penyimpanan bahan baku, hingga standar higienitas tenaga pengolah makanan.
Mengacu pada prinsip keamanan pangan nasional, makanan anak sekolah harus memenuhi syarat laik higiene sanitasi serta standar gizi seimbang sebagaimana dianjurkan Kementerian Kesehatan.
Kepala Diskominfo Kota Tangsel, Tb Asep Nurdin, menyampaikan bahwa komposisi menu turut dievaluasi bersama ahli gizi. Menurutnya, MBG bukan sekadar memenuhi kebutuhan karbohidrat, melainkan memastikan asupan protein, vitamin, dan mineral terpenuhi sesuai kebutuhan tumbuh kembang siswa.
“Menu akan ditinjau ulang agar tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang. Kita ingin anak-anak tidak hanya kenyang, tetapi juga sehat dan berkembang optimal,” jelas Asep dalam keterangannya.
Ia menambahkan, Pemkot telah membuka kanal komunikasi yang lebih responsif bagi sekolah dan orang tua. Setiap laporan kini ditindaklanjuti lebih cepat agar persoalan teknis tidak berkembang menjadi kekhawatiran yang meluas. Insiden yang terjadi dijadikan momentum perbaikan sistem manajemen pangan sekolah di seluruh Tangsel.
“Program MBG tetap berjalan dengan pengawasan yang diperketat. Kami ingin mengembalikan kepercayaan orang tua bahwa sekolah adalah ruang aman bagi anak, termasuk dalam hal konsumsi makanan. Komitmen kami jelas, memastikan generasi Tangsel tumbuh sehat, cerdas, dan ceria,” tegasnya.
Dengan penguatan pengawasan ini, Pemkot Tangsel berharap Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia, sekaligus menjawab harapan besar orang tua terhadap perlindungan kesehatan anak-anak mereka. (red)





