TANGSEL – Semangat membara terpancar dari ratusan atlet pelajar Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Tahun 2026. Kontingen resmi dilepas Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk bertanding di Kota Cilegon pada 8 hingga 17 Juni 2026.
Pelepasan kontingen dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembinaan olahraga pelajar sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan.
“Para atlet yang berangkat hari ini merupakan hasil dari proses pembinaan dan latihan yang panjang. Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus hadir memberikan dukungan agar mereka tetap semangat dan optimistis meraih prestasi terbaik bagi daerah,” ujar Bambang, Rabu (03/06/2026).
Pada ajang tersebut, Kota Tangerang Selatan mengirimkan 338 atlet pelajar untuk bertanding di POPDA serta 19 atlet disabilitas yang akan berlaga pada PEPARPEDA. Mereka akan didampingi oleh 81 pelatih dan asisten pelatih yang siap memberikan pendampingan selama pertandingan berlangsung.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan, Mukroni, menjelaskan bahwa para atlet akan bertanding pada 23 cabang olahraga POPDA dan tiga cabang olahraga PEPARPEDA. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bagian penting dari pembinaan atlet usia pelajar secara berjenjang dan berkelanjutan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan prestasi olahraga pelajar Kota Tangerang Selatan di tingkat Provinsi Banten sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet muda yang nantinya dapat berkembang ke level yang lebih tinggi,” kata Mukroni.
Ia menambahkan, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari pemusatan latihan, verifikasi administrasi atlet, koordinasi dengan cabang olahraga dan KONI Kota Tangerang Selatan, hingga penyediaan kebutuhan transportasi serta akomodasi selama kegiatan berlangsung.
Menurut Mukroni, keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di lapangan, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, pelatih, orang tua, KONI, dan pengurus cabang olahraga menjadi faktor penting dalam menciptakan prestasi.
“Kami optimistis kontingen Kota Tangerang Selatan mampu tampil kompetitif, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik daerah, serta meraih hasil terbaik pada POPDA dan PEPARPEDA tahun ini,” ujarnya.
Ajang POPDA dan PEPARPEDA sendiri menjadi salah satu wadah strategis dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial yang kelak diharapkan mampu mengharumkan nama Banten maupun Indonesia di tingkat nasional hingga internasional. Selain mengejar medali, kompetisi ini juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai disiplin, kerja keras, sportivitas, dan semangat pantang menyerah.
Dengan bekal persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, masyarakat Tangsel kini menaruh harapan besar agar para atlet muda mampu membawa pulang prestasi sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi pelajar lainnya untuk terus berprestasi melalui olahraga. (red)





