KOTA TANGERANG – Tradisi budaya ternyata mampu memberi dampak langsung terhadap geliat pariwisata Kota Tangerang. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Kirab Budaya dan Ruwat Bumi Sijet Tjien Thien Ta Sen Bio Vihara Dhamma Budhi Bhakti ke-43 yang ikut mendorong peningkatan okupansi hotel.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, mengatakan lonjakan terjadi terutama pada hotel yang bekerja sama dengan pihak Vihara Dhamma Budhi Bhakti.
Menurut Boyke, lima hotel mitra mencatat kenaikan tingkat hunian hingga 50 persen dibandingkan kondisi pada hari biasa. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari kedatangan pengunjung dari berbagai daerah yang ingin menyaksikan tradisi yang hanya berlangsung setiap tujuh tahun sekali.
“Acara kirab kemarin berjalan sangat meriah, ada banyak wisatawan dari berbagai daerah luar kota juga sengaja datang untuk menyaksikan tradisi tujuh tahunan ini. Hotel-hotel di sekitarnya, khususnya lima hotel mitra mengalami peningkatan okupansi sampai 50 persen dibandingkan hari biasanya,” ujar Boyke, Senin (28/9/2026).
Ribuan masyarakat sebelumnya memadati sejumlah ruas jalan Kota Tangerang untuk melihat langsung rangkaian kirab. Salah satu magnet utama kegiatan tersebut adalah kehadiran 90 joli atau tandu suci yang membawa patung dewa-dewi dan diarak mengelilingi wilayah kota.
Kemeriahan semakin terasa karena peserta tidak hanya berasal dari Kota Tangerang. Sejumlah vihara dan klenteng dari luar daerah turut mengirimkan joli untuk mengikuti prosesi tersebut.
“Tidak hanya mengarak joli dari Kota Tangerang, tetapi juga puluhan joli suci lainnya dari vihara dan klenteng daerah lain seperti dari Jakarta, Karawang, Bogor, Sukabumi, Semarang, sampai Palembang semuanya berpartisipasi,” tambah Boyke.
Bagi Pemerintah Kota Tangerang, ramainya kunjungan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan tradisi masyarakat dapat dikembangkan menjadi bagian dari potensi wisata daerah. Kegiatan budaya juga dapat menciptakan efek lanjutan bagi sektor akomodasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kirab dan Ruwat Bumi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi komunitas peranakan Tionghoa yang telah menjadi bagian dari keberagaman budaya Kota Tangerang.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya mempertahankan nilai budaya yang diwariskan antargenerasi, tetapi juga semakin dikenal sebagai agenda wisata budaya yang mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah. (red)





