SERANG – Ribuan warga memadati Bendungan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026), untuk menghidupkan kembali tradisi Bedolan yang telah dikenal sejak zaman kolonial.
Tradisi yang sempat terhenti beberapa tahun ini kembali digelar setelah masyarakat mengusulkannya. Momen paling ditunggu adalah berburu ikan bersama saat aliran sungai dikeringkan sementara.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan Bedolan menjadi tradisi yang dinantikan masyarakat, khususnya warga Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Antisipasi keselamatan dilakukan dengan melibatkan kepolisian perairan, Basarnas, BPBD, serta unsur lainnya. Langkah ini diperlukan untuk mengawasi potensi bahaya akibat derasnya aliran Sungai Ciberang-Pamarayan.
Bupati mengingatkan warga agar tidak mengabaikan keselamatan hanya demi mendapatkan ikan. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak selama kegiatan berlangsung.
“Tidak ada ikan yang berharga kecuali keselamatan jiwa. Jangan gara-gara cuma ikan satu kilo keselamatan jiwa diabaikan,” tegas Ratu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan bahwa Bedolan juga menjadi bagian dari pemeriksaan bangunan bendungan dan pembukaan pintu air. Dalam pelaksanaan kali ini, pintu timur dibuka selama tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Suhardjo menyebut aliran air diperkirakan kembali normal dalam lima hingga tujuh hari. Dampak terhadap masa panen petani diharapkan dapat diminimalkan.
Pemerintah Kabupaten Serang akan mengevaluasi pelaksanaan tahun ini untuk menentukan keberlanjutan festival. Bedolan terakhir kali digelar pada 2019 sebelum kembali dilaksanakan tahun ini, sementara pemeriksaan bendungan tetap menjadi agenda tahunan. (red)





