TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai mengambil langkah serius untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan, program bantuan pendidikan untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan mulai digulirkan pada tahun ajaran baru 2026.
Program tersebut lahir dari kegelisahan pemerintah daerah melihat angka partisipasi PAUD di Tangsel yang masih berada di kisaran 57 persen. Padahal, pendidikan usia dini dianggap sebagai tahap krusial dalam membentuk karakter, kemampuan belajar, serta perkembangan sosial anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, menjelaskan bahwa bantuan ini dirancang untuk membantu keluarga, khususnya yang kurang mampu, agar anak-anak mereka dapat mengakses pendidikan sejak usia dini tanpa terkendala biaya.
“Tahun ini kita mulai jalankan bantuan pendidikan untuk jenjang PAUD. Ini bagian dari upaya meningkatkan angka partisipasi sekaligus memperkuat kualitas pendidikan sejak usia dini,” ujar Deden usai menghadiri Forum OPD di kawasan Lengkong, Serpong.
Menurutnya, dari sisi fasilitas sebenarnya Tangsel sudah cukup siap. Saat ini terdapat lebih dari 700 satuan PAUD yang tersebar di tujuh kecamatan. Namun masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pendidikan usia dini sebagai pondasi utama perkembangan anak.
“Tidak semua orang tua menyadari bahwa PAUD adalah dasar sebelum anak masuk sekolah dasar. Karena itu selain edukasi kepada masyarakat, kami juga dorong melalui kebijakan bantuan agar akses pendidikan lebih terbuka,” jelasnya.
Dalam skemanya, bantuan pendidikan tersebut dirancang menyerupai program bantuan pendidikan di jenjang SMP yang sudah berjalan sebelumnya. Setiap anak penerima akan mendapatkan bantuan sekitar Rp1,8 juta, dengan target menjangkau sekitar 10.000 anak dalam lima tahun ke depan.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah kota sebenarnya dimulai dari pendidikan anak-anaknya. Karena itu, pemerintah kota berkomitmen memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan sejak dini.
“Pendidikan usia dini adalah pondasi masa depan. Kalau sejak awal kita kuatkan, maka anak-anak Tangsel akan tumbuh dengan karakter, kemampuan, dan kesiapan belajar yang lebih baik,” kata Benyamin.
Selain memperluas akses pendidikan, Pemkot Tangsel juga menyiapkan program peningkatan kualitas tenaga pengajar PAUD. Hal ini dilakukan untuk menjaga mutu pembelajaran, terutama di tengah cukup banyaknya guru yang memasuki masa pensiun tahun ini. Pemerintah berharap kombinasi antara akses pendidikan yang lebih luas dan kualitas pengajaran yang meningkat dapat mendorong lahirnya generasi Tangsel yang lebih siap menghadapi masa depan. (red)





