TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri mulai tahun ajaran 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran keluarga, khususnya saat memasuki tahun ajaran baru yang biasanya diiringi berbagai kebutuhan pendidikan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, mengatakan bantuan yang diberikan mencakup seragam batik dan pakaian olahraga yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan.
“Ini sudah mulai di baju batik dan baju olahraga untuk meringankan orang tua,” ujar Pilar, Kamis (04/06/2026).
Program tersebut akan menyasar siswa kelas 1 SD, kelas 4 SD, dan kelas 7 SMP negeri. Ketiga jenjang tersebut dipilih karena menjadi fase awal penggunaan seragam baru, baik saat memasuki sekolah maupun saat pergantian tingkat kelas tertentu.
Menurut Pilar, kebijakan tersebut lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat yang mengeluhkan tingginya biaya perlengkapan sekolah. Meski pendidikan di sekolah negeri relatif terjangkau, kebutuhan seragam dan perlengkapan pendukung lainnya masih menjadi beban tersendiri bagi sebagian keluarga.
Pemkot Tangsel melihat kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan bantuan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para orang tua.
“Orang tua kami tahu juga mereka secara ekonomis sedang struggle. Ini yang kita berikan supaya menjadi solusi buat mereka. Mudah-mudahan manfaat,” kata Pilar.
Ia mengungkapkan, respons masyarakat terhadap program tersebut sangat positif. Banyak orang tua menyambut baik langkah pemerintah yang mulai membantu kebutuhan dasar pendidikan anak secara langsung melalui penyediaan seragam sekolah.
Untuk pelaksanaannya, bantuan akan diberikan melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang dialokasikan dari APBD Kota Tangerang Selatan. Dana tersebut akan digunakan khusus untuk pengadaan seragam batik dan pakaian olahraga bagi siswa penerima manfaat.
“Bosda Kota Tangerang Selatan kita alokasikan tambahan untuk seragam batik dan olahraga. Alhamdulillah sambutannya sangat antusias,” jelasnya.
Pemkot Tangsel juga membuka peluang memperluas bantuan pada tahun-tahun mendatang apabila kemampuan fiskal daerah terus meningkat. Pilar mengakui pemerintah memiliki keinginan agar seluruh kebutuhan seragam sekolah dapat ditanggung secara bertahap sehingga semakin banyak keluarga yang terbantu.
“Kalau ke depan APBD kita semakin kuat, tentu kami ingin bantuan ini bisa lebih luas lagi. Pengennya semua seragam bisa kita bantu,” ujarnya.
Program seragam gratis ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Tangsel dalam mendukung akses pendidikan yang lebih inklusif sekaligus memastikan tidak ada anak yang terkendala bersekolah karena persoalan biaya perlengkapan dasar pendidikan. (red)





