TANGSEL – Menjelang musim mudik, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengingatkan warganya untuk tidak lengah terhadap potensi kebakaran dan gangguan keamanan rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama. Imbauan ini disampaikan agar masyarakat bisa menjalani perjalanan pulang kampung dengan tenang tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kondisi rumah yang kosong.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Tangsel, Ahmad Dohiri, menegaskan bahwa langkah-langkah sederhana sebelum berangkat mudik dapat mencegah berbagai risiko berbahaya. Menurutnya, banyak kasus kebakaran rumah yang terjadi saat pemiliknya bepergian dipicu oleh kelalaian kecil yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.
“Supaya rumah aman saat ditinggal mudik, pastikan selang kompor gas dilepas. Kemudian semua alat elektronik seperti televisi, AC, kulkas, dan sejenisnya dicabut dari sumber listrik,” ujar Ahmad Dohiri dalam keterangannya, Sabtu (14/03/2026).
Ia juga mengingatkan agar lampu yang tetap dinyalakan untuk penerangan rumah menggunakan produk yang telah berstandar SNI sehingga lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Selain itu, warga diminta memastikan seluruh pintu serta jendela terkunci dengan baik sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.
“Hal lain yang sering dilupakan adalah soal kunci rumah. Jangan dibawa saat pulang kampung. Sebaiknya titipkan kepada orang terdekat yang dipercaya agar jika terjadi sesuatu bisa segera dilakukan pengecekan atau evakuasi,” tambahnya.
Dohiri juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi petugas apabila terjadi keadaan darurat. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel membuka layanan darurat yang dapat dihubungi kapan saja oleh warga.
“Jika terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya, masyarakat bisa segera menghubungi nomor darurat Damkar Tangsel di 0811900074 agar petugas bisa segera melakukan penanganan,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, turut mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat menjelang musim mudik. Ia menilai keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh warga.
Menurut Benyamin, memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum bepergian jauh merupakan langkah penting agar tradisi mudik tetap membawa kebahagiaan tanpa disertai kekhawatiran. Ia juga mengajak warga untuk saling menjaga lingkungan dengan berkoordinasi bersama tetangga maupun pengurus RT dan RW.
“Silaturahmi mudik adalah tradisi yang sangat baik. Namun jangan sampai kita lalai memastikan rumah dalam kondisi aman. Jika warga saling peduli dan mengikuti imbauan ini, insyaallah perjalanan mudik bisa lebih tenang dan rumah tetap terlindungi,” kata Benyamin. (red)





