Minggu, Mei 3, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerang SelatanBukan Sekadar Upacara! Hardiknas Tangsel Jadi Ajang Refleksi dan Kolaborasi Besar

Bukan Sekadar Upacara! Hardiknas Tangsel Jadi Ajang Refleksi dan Kolaborasi Besar

TANGSEL – Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa hangat di Sekolah Al-Azhar BSD, Serpong, Sabtu (2/5/2026). Peringatan tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi tentang arah pendidikan di masa depan.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, hadir langsung bersama jajaran pemangku kepentingan pendidikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses memanusiakan manusia dengan nilai kasih sayang dan ketulusan.

“Pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang untuk memuliakan manusia,” ujar Pilar.

Ia mengingatkan kembali ajaran Ki Hajar Dewantara tentang tiga pilar utama pendidikan: asah (pengetahuan), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan). Nilai tersebut, menurutnya, masih relevan sebagai fondasi dalam membangun generasi yang berkarakter.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pilar menekankan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang beriman, cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul yang dicanangkan pemerintah.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah langkah strategis peningkatan mutu pendidikan, mulai dari revitalisasi sarana dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter siswa, hingga perluasan akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau.

“Kalau ingin memajukan bangsa, perbaiki pendidikannya. Dan itu dimulai dari dalam kelas,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, menambahkan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini melibatkan berbagai unsur, termasuk sekolah swasta sebagai bagian dari pemerataan tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sesuai regulasi terbaru terkait budaya sekolah. Dalam konsep ini, siswa turut dilibatkan sebagai bagian dari pengawasan untuk mencegah potensi kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Harapannya, potensi pelanggaran bisa dicegah sejak dini dengan keterlibatan semua pihak,” jelasnya.

Sebagai simbol komitmen bersama, seluruh pemangku kepentingan menandatangani deklarasi yang memuat lima poin utama, mulai dari menciptakan lingkungan sekolah yang aman, menjunjung nilai inklusif, hingga memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ketua pelaksana Hardiknas Tangsel, Rizkia Fitria, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya serta partisipasi pelaku UMKM lokal.

“Selain kegiatan edukatif, kami ingin menghadirkan ruang ekspresi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Penampilan musik hingga stan kuliner dan kerajinan turut menambah semarak peringatan tersebut, menjadikan Hardiknas tidak hanya sebagai momentum refleksi, tetapi juga perayaan kolaborasi antara pendidikan, budaya, dan masyarakat.

Di tengah berbagai agenda tersebut, pesan utama tetap sama: pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya sekolah, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.

Karena di balik setiap generasi yang tumbuh, ada ekosistem pendidikan yang harus terus dijaga dan diperkuat. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru