Selasa, Mei 12, 2026
spot_img
BerandaBantenKebutuhan Hewan Kurban di Banten Naik, Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah

Kebutuhan Hewan Kurban di Banten Naik, Pasokan Masih Bergantung dari Luar Daerah

SERANG — Kebutuhan hewan kurban di Provinsi Banten menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diprediksi kembali meningkat pada 2026. Namun di tengah tingginya permintaan masyarakat, kemampuan peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan tersebut masih terbatas sehingga pasokan hewan kurban tetap didominasi dari luar daerah.

Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, kebutuhan hewan kurban pada 2026 diperkirakan mencapai 63.171 ekor atau meningkat lebih dari tiga persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 61.690 ekor. Dari total kebutuhan tersebut, peternak lokal diperkirakan hanya mampu menyediakan sekitar 11.969 ekor atau sekitar 19 persen.

Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Provinsi Banten, Ari Mardiana, mengatakan peningkatan kebutuhan hewan kurban hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama mendekati Iduladha.

“Hasil produksi hewan kurban lokal di Banten hanya bisa menyediakan sekitar 19 persen dari estimasi kebutuhan kurban. Sisanya masih bergantung dari luar daerah,” ujar Ari, Selasa (12/5/2026).

Untuk kebutuhan sapi kurban, Distan Banten mencatat permintaan masyarakat diperkirakan mencapai 14.409 ekor pada 2026. Sementara stok sapi potong yang tersedia dan siap dipasarkan hanya sekitar 1.946 ekor. Di sisi lain, stok kerbau dinilai masih mencukupi karena dari kebutuhan sekitar 516 ekor, ketersediaan mencapai 652 ekor sehingga mengalami surplus.

Sementara itu, kebutuhan kambing kurban diprediksi mencapai 26.002 ekor dengan stok tersedia sekitar 6.123 ekor. Sedangkan kebutuhan domba diperkirakan mencapai 22.224 ekor, namun ketersediaannya baru sekitar 3.249 ekor. Kondisi tersebut membuat pasokan hewan kurban dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, hingga NTB masih menjadi andalan masyarakat Banten setiap musim Iduladha.

Ari menyebut rendahnya minat masyarakat untuk beternak menjadi salah satu penyebab produksi lokal belum mampu berkembang maksimal, meski wilayah seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak dinilai memiliki potensi peternakan yang cukup besar. Selain itu, praktik pemotongan sapi betina produktif yang masih terjadi juga dinilai menghambat pengembangan populasi ternak di Banten.

“Padahal kami sudah sering mengingatkan agar sapi betina produktif tidak dipotong. Tapi karena alasan kebutuhan ekonomi, praktik itu masih terjadi,” katanya. Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Distan Provinsi Banten, Nasir M Daud, memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha, termasuk pemeriksaan dokumen asal hewan untuk mencegah penyebaran penyakit dan memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat aman serta layak. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru