Jumat, Mei 22, 2026
spot_img
BerandaBantenTangerangPantura Tangerang Masuk Proyek Giant Sea Wall, Tiga Jenis Tanggul Disiapkan

Pantura Tangerang Masuk Proyek Giant Sea Wall, Tiga Jenis Tanggul Disiapkan

TANGERANG – Wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang akan menjadi bagian dari mega proyek nasional Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa yang dirancang pemerintah pusat untuk melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman abrasi, banjir rob, dan kenaikan muka air laut.

Pemerintah Kabupaten Tangerang mengungkapkan, proyek perlindungan pesisir tersebut tidak hanya mengandalkan pembangunan tanggul beton, tetapi juga menggabungkan pendekatan berbasis lingkungan melalui pengembangan hutan mangrove dan pembangunan pemecah ombak (breakwater). Ketiga infrastruktur itu akan menjadi satu kesatuan sistem perlindungan pantai di kawasan utara Tangerang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, pembangunan tanggul laut di wilayah Kabupaten Tangerang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah dirancang pemerintah pusat berdasarkan berbagai kajian ilmiah dan penelitian para ahli kelautan serta oseanografi.

“Tiga rancangan pembangunan infrastruktur tanggul laut ini telah masuk dalam proyek strategis nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Pembangunan proyek tanggul yang akan dibangun di pantai utara Kabupaten Tangerang sepanjang 19 kilometer,” ujar Soma, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, pembangunan tersebut akan berfokus di kawasan Kecamatan Kosambi yang mencakup sejumlah desa dan kelurahan pesisir. Wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu kawasan yang rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim, sehingga membutuhkan sistem perlindungan pantai yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Selain berfungsi menahan gelombang laut dan mengurangi risiko banjir rob, proyek ini juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. Pemerintah menyiapkan konektivitas antara tanggul laut dengan jaringan jalan eksisting, termasuk akses menuju kawasan pengembangan ekonomi di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Bandara Soekarno-Hatta, hingga koridor Balaraja.

“Nanti konektivitasnya juga harus nyambung dengan jalan-jalan yang ada, termasuk jaringan tol dan kawasan ekonomi yang berkembang sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” jelas Soma.

Secara nasional, proyek Giant Sea Wall akan membentang sekitar 575 kilometer di sepanjang Pantura Jawa, mulai dari wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Pemerintah pusat membagi pembangunan tersebut ke dalam 15 segmen agar pelaksanaannya lebih terukur dan sesuai karakteristik masing-masing wilayah pesisir.

Keberadaan proyek ini dinilai penting karena kawasan Pantura Jawa merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi nasional. Selain menjadi lokasi berbagai kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman padat penduduk, wilayah pesisir utara juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan nelayan tradisional yang bergantung pada keberlanjutan ekosistem laut.

Pemerintah berharap pembangunan Giant Sea Wall tidak hanya menjadi solusi jangka panjang menghadapi ancaman perubahan iklim, tetapi juga mampu menjaga stabilitas ekonomi kawasan pesisir, memperkuat perlindungan lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sepanjang Pantura, termasuk di Kabupaten Tangerang. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru