TANGERANG — Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyoroti keberadaan sejumlah perlintasan kereta tanpa palang pintu di jalur commuter line Green Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tangerang kini mulai memetakan langkah penanganan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di titik-titik rawan tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, terdapat 28 titik perlintasan kereta di wilayah Kabupaten Tangerang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 titik diketahui belum memiliki palang pintu maupun penjagaan resmi, sementara 15 titik lainnya sudah dilengkapi pengamanan dan dua titik telah ditutup.
“Sebanyak 11 titik perlintasan yang belum memiliki penjagaan menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena berisiko terhadap keselamatan warga,” ujar Maesyal Rasyid, Jumat (08/05/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas pengamanan di perlintasan sebidang tersebut saat ini masih dalam tahap kajian kelayakan oleh Dinas Perhubungan. Pemkab Tangerang juga telah melakukan koordinasi lintas instansi agar proses pengamanan dapat dilakukan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan di lapangan.
“Kami sudah koordinasi juga dengan Dinas Perhubungan. Semua titik ini akan diupayakan mendapat penjagaan secara bertahap,” katanya. Menurut Maesyal, tingginya aktivitas kendaraan dan warga yang melintas setiap hari membuat keberadaan palang pintu serta petugas penjaga menjadi kebutuhan mendesak demi mengurangi potensi kecelakaan.
Pemkab Tangerang juga menyambut baik perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan keselamatan perlintasan kereta api di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya disebut memberikan perhatian khusus terhadap pembenahan sekitar 1.800 perlintasan kereta di Pulau Jawa, dengan dukungan anggaran mencapai Rp4 triliun melalui PT KAI.
Di Kabupaten Tangerang sendiri, terdapat delapan titik perlintasan yang masuk dalam daftar prioritas peningkatan keselamatan oleh PT KAI. Beberapa di antaranya berada di Kampung Parigi, Cibelut, Cisauk Sinyal, Kampung Kandang, Jatake, jalur terusan Tigaraksa–Cikoya, hingga Kampung Gabus. Pemerintah daerah saat ini terus melengkapi data lokasi dan kondisi lapangan sebagai bahan usulan penanganan lebih lanjut.
“Dishub sudah mendata lokasi-lokasi tersebut karena semuanya membutuhkan data titik dan kondisi lapangan yang detail,” tambahnya. Pemkab Tangerang berharap upaya peningkatan keselamatan ini dapat menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di sekitar jalur KRL. (red)





