BerandaBantenTangerang SelatanGas Metana Jadi Ancaman, DLH Tangsel Tingkatkan Pengamanan TPA Cipeucang Saat Kemarau

Gas Metana Jadi Ancaman, DLH Tangsel Tingkatkan Pengamanan TPA Cipeucang Saat Kemarau

TANGSEL – Musim kemarau yang masih melanda Kota Tangerang Selatan membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, semakin ditingkatkan. Tumpukan sampah yang telah lama menggunung ditambah suhu udara yang tinggi berpotensi memicu kebakaran, terutama akibat akumulasi gas metana yang mudah terbakar apabila tidak ditangani secara optimal.

TPA Cipeucang merupakan satu-satunya fasilitas pemrosesan akhir sampah milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Namun, sejak akhir 2025 lokasi tersebut tidak lagi menerima pembuangan sampah baru setelah kapasitasnya dinilai telah melampaui batas. Penutupan operasional dilakukan menyusul berbagai persoalan lingkungan yang dikeluhkan warga, mulai dari bau menyengat, meningkatnya populasi lalat, hingga kekhawatiran terhadap dampak pencemaran di sekitar kawasan.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Desna Gera Andika, mengatakan berbagai langkah mitigasi telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.

“Kami rutin melakukan penyemprotan cairan penghilang bau sebanyak tiga kali setiap hari. Memasuki musim kemarau, penyemprotan air juga kami tingkatkan sebagai langkah antisipasi agar suhu timbunan sampah tetap terkendali,” ujar Desna dalam keterangannya, Selasa (28/07/2026).

Selain menggunakan cairan pengendali bau, DLH juga mengoperasikan mobil tangki untuk melakukan penyiraman rutin pada area timbunan sampah, terutama pada siang hingga sore hari ketika suhu udara berada pada titik tertinggi. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelembapan permukaan sampah sekaligus mengurangi risiko munculnya titik api akibat panas dan gas metana.

Upaya mitigasi tidak hanya dilakukan oleh DLH. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) dalam pengawasan kawasan TPA. Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, mobil pemadam diterjunkan secara berkala untuk melakukan penyemprotan preventif di area yang dianggap memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Atas arahan Wali Kota, kami berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan penyemprotan rutin setiap minggu sebagai bagian dari langkah pencegahan kebakaran,” kata Desna.

Di sisi lain, penataan kawasan TPA terus dilakukan sebagai bagian dari proses pemulihan lingkungan. DLH secara bertahap memindahkan timbunan sampah yang berpotensi mencemari aliran anak sungai menuju area landfill yang lebih tertata. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan di kawasan TPA Cipeucang.

Desna menjelaskan, proses penataan mengikuti rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk menutup area-area terbuka untuk meminimalkan pencemaran lingkungan dan mengurangi potensi kebakaran. Selama proses tersebut berlangsung, aktivitas pembuangan sampah ke TPA Cipeucang masih dihentikan, sementara sampah Kota Tangerang Selatan dialihkan ke lokasi pengolahan dan kerja sama regional yang telah ditetapkan pemerintah.

Dengan prakiraan musim kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, DLH mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang atau membakar sampah sembarangan di sekitar kawasan TPA maupun lahan kosong. Pemerintah berharap kolaborasi antara instansi dan masyarakat mampu menekan risiko kebakaran sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih aman, modern, dan berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru