TANGSEL – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi berakhir. Di balik pelaksanaan yang dinilai berjalan lancar, Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini dihadapkan pada tantangan baru. Jumlah calon peserta didik yang membeludak hingga sekitar 17 ribu orang menjadi catatan penting dalam evaluasi tahun ini, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 12 ribu pendaftar.
Lonjakan minat tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri di Tangsel. Namun di sisi lain, kondisi itu juga mempertegas persoalan klasik yang terus berulang setiap tahun, yakni ketidakseimbangan antara jumlah pendaftar dengan kapasitas daya tampung sekolah negeri yang masih terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, mengatakan secara keseluruhan pelaksanaan SPMB berlangsung kondusif. Seluruh tahapan seleksi, mulai dari jalur domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa hambatan teknis yang berarti.
“Alhamdulillah pelaksanaan SPMB berjalan lancar. Memang masih ada masyarakat yang belum puas dengan hasil seleksi, tetapi seluruh proses dilakukan secara terbuka dan semua informasi sudah kami sampaikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Deden dalam keterangannya yang diterima Selasa (28/07/2026).
Menurut Deden, peningkatan jumlah pendaftar menjadi fokus utama evaluasi Disdikbud tahun ini. Meski demikian, ia memastikan mekanisme seleksi tidak akan berubah karena seluruh proses telah mengacu pada regulasi pemerintah dan mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas.
“Jumlah pendaftar tahun ini mencapai kurang lebih 17 ribu orang, sedangkan tahun lalu sekitar 12 ribu. Ini menjadi bahan evaluasi kami, terutama terkait pemerataan akses pendidikan dan daya tampung sekolah negeri,” katanya.
Selama proses penerimaan siswa baru berlangsung, Disdikbud juga membuka Posko Layanan SPMB di kantor dinas untuk membantu masyarakat memperoleh informasi maupun menyelesaikan kendala administrasi. Posko tersebut dinilai efektif mengurangi kesalahpahaman masyarakat terkait mekanisme pendaftaran, sementara sistem aplikasi SPMB sendiri dilaporkan berjalan stabil tanpa gangguan berarti hingga seluruh tahapan seleksi selesai.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah membangun SMP Negeri baru di Kecamatan Ciputat yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran berikutnya. Kehadiran sekolah baru ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan pendaftar di sejumlah kawasan dengan tingkat persaingan tinggi, seperti Pondok Aren, Serpong Utara, dan wilayah penyangga lainnya.
Tak hanya memperluas akses ke sekolah negeri, Pemkot Tangsel juga memastikan komitmennya membantu siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Program bantuan biaya pendidikan tetap dilanjutkan, dengan mekanisme pengusulan calon penerima dilakukan oleh masing-masing sekolah setelah kegiatan belajar mengajar berjalan.
“Sekolah swasta nantinya akan mengusulkan data siswa kepada kami. Setelah proses pembelajaran berlangsung, baru dilakukan verifikasi dan penyaluran bantuan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Deden.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia sekolah di Kota Tangerang Selatan terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan kawasan permukiman dan urbanisasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk terus menambah kapasitas layanan pendidikan agar kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi secara bertahap.
Melalui evaluasi SPMB 2026, Disdikbud berharap penyelenggaraan penerimaan murid baru pada tahun-tahun mendatang semakin adaptif terhadap pertumbuhan jumlah peserta didik. Penambahan sekolah negeri, penguatan layanan digital, serta dukungan terhadap sekolah swasta menjadi strategi yang disiapkan agar setiap anak di Tangerang Selatan memperoleh kesempatan belajar yang setara. (red)





