TANGERANG – Ketahanan pangan di Kabupaten Tangerang mulai diarahkan menjadi mesin ekonomi baru dari tingkat desa. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui pengembangan 1.000 ayam petelur Bahagia di Puskagro, Kecamatan Sepatan, yang diharapkan mampu menghasilkan pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Program tersebut mendapat apresiasi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri serah terima bantuan unit usaha ayam petelur Bahagia, Sabtu (15/08/2026). Bantuan berupa kandang dan 1.000 ayam petelur itu merupakan kolaborasi ABPEDNAS, Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tangerang untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat serta kemandirian ekonomi desa.
Maesyal menilai peternakan ayam petelur memiliki prospek yang cukup strategis karena hasil produksinya bisa langsung masuk ke rantai ekonomi lokal. Telur yang dihasilkan nantinya diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus diserap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), termasuk KDMP Sarakan dan koperasi desa lainnya.
“Serah terima unit usaha ayam petelur Bahagia, berupa kandang dan 1.000 ayam petelur, merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian dan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi desa,” ujar Maesyal.
Pengembangan tersebut sejalan dengan arah Pemkab Tangerang yang tengah memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa. Dari total 274 desa dan kelurahan, sebanyak 250 KDKMP telah beroperasi penuh pada Mei 2026, sedangkan 24 lainnya masih dalam pembinaan. Pemkab juga sebelumnya mendorong hasil pertanian, hortikultura, ternak ayam dan lele untuk masuk dalam rantai pasok koperasi serta kebutuhan masyarakat.
Menurut Maesyal, kawasan Puskagro tidak akan berhenti pada peternakan ayam. Pemkab Tangerang juga menyiapkan pengembangan budidaya ikan dengan sistem bioflok sehingga sektor peternakan dan perikanan dapat berjalan dalam satu ekosistem pangan. Sejumlah fasilitas penunjang seperti akses jalan, pagar, pos jaga, gudang dan sarana air bersih turut dipersiapkan.
“Program Jaga Pangan ini tidak berhenti pada ternak ayam bertelur. Nanti juga akan mulai dikembangkan ternak ikan. Jadi ini kita bangun sebagai sebuah ekosistem ketahanan pangan yang dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” kata Maesyal.
Konsep tersebut diharapkan membuat program pangan desa tidak hanya berorientasi pada produksi untuk konsumsi. Jika dikelola secara berkelanjutan, unit usaha ayam petelur dan budidaya ikan dapat menciptakan perputaran ekonomi baru, membuka lapangan usaha, memperkuat koperasi sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar wilayah.
Pemkab Tangerang pun menargetkan model seperti ini berkembang menjadi ekosistem ekonomi desa yang saling terhubung, mulai dari produksi, pengelolaan, distribusi hingga pemasaran. Dengan begitu, program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan telur dan ikan, tetapi juga memberi nilai tambah langsung bagi masyarakat yang mengelolanya. (red)





