BerandaRuangBerebut Jabatan dan Kekayaan, Giliran Berbuat Baik Malah Ketinggalan

Berebut Jabatan dan Kekayaan, Giliran Berbuat Baik Malah Ketinggalan

PERLOMBAAN

Perlombaan adalah kegiatan adu kecepatan, keterampilan, ketangkasan, atau kepandaian tanpa saling berhadapan langsung. Para peserta melakukan aktifitasnya  searah atau menunjukkan kemampuannya  secara individu atau kelompok secara terpisah. Pemenangnya ditentukan berdasarkan catatan waktu, jarak, berat beban, atau penilaian juri dengan indicator yang sudah ditentukan. Lari, renang, angkat besi, balap motor, atau lompat jauh adalah beberapa contoh jenis perlombaan. Sedangkan contoh jenis pertandingan adalah sepak bola, bulu tangkis, basket, tinju, catur, silat yang pemenangnya berdasarkan skor, poin, atau kemenangan fisik langsung di lapangan.

Perlombaan dalam cabang-cabang olahraga tersebut diatas merupakan pilihan bagi orang-orang yang mempunyai kemampuan, sudah melewati tahapan latihan yang ketat dan disiplin, serta dibekali pengetahuan tentang syarat dan ketentuan peraturan mengikutinya. Tidak semua orang bisa mengikuti atau diwajibkan untuk mengikutinya.

Namun ada satu perlombaan yang menjadi kewajiban kita semua sebagai hamba Allah, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Untuk melakukan perlombaan ini tidak diperlukan kemampuan khusus,  tidak diperlukan latihan khusus, dan tidak dibatasi peraturan yang ketat. Menyingkirkan paku atau gangguan lain dari jalan raya adalah contoh sederhana dari perlombaan ini.

Konsep perlombaan dalam kebaikan ini mencakup tiga hal pokok yaitu menyegerakan tindakan, menuntaskannya dengan maksimal, dan siap menjadi pelopor. Tidak menunda kesempatan berbuat baik ketika momentum itu datang. Jika sekarang bisa dikerjakan, maka tidak ada alasan untuk menundanya nanti. Memaksimalkannya dengan capaian terbaik, bukan sekedar menggugurkan kewajiban. Mengajak dan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukannya juga.

Menariknya, perlombaan ini tidak dilakukan untuk saling mengalahkan atau menjatuhkan. Tidak ada lawan dalam perlombaan ini. Semua yang mengikutinya adalah kawan. Semua yang mengikutinya mempunyai kesempatan untuk menjadi juara. Semua orang mempunyai peluang untuk mencapai garis finish dengan akhir yang baik (husnul khatimah), hingga Sang Juri menentukan semua pesertanya sebagai pemenang dan berhak mendapat piala surga.

Perjalanan hidup dunia bukanlah perlombaan dalam keburukan. Juga bukan perlombaan dalam kejahatan. Bukan pula perlombaan dalam jabatan. Bukan pula perlombaan dalam harta, hingga menghalalkan segala cara untuk korupsi. Bukan pula perlombaan dalam keturunan, hingga menghalalkan semua cara untuk nepotisme.

Kehidupan dunia adalah arena perlombaan dalam kebaikan. Mari segera mengambil nomor urut sebagai peserta perlombaan. Berlarilah sekencang mungkin dalan jalur kebermanfaatan. Raihlah pialanya sebagai pemenang di arena sebelah kanan (surga) bukan sebagai pecundang di arena sebelah kiri (neraka). (Muhammad Taufik)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru