BerandaBantenKota TangerangDari Kue Basah hingga Snack Box, Sitanala Tak Pernah Sepi

Dari Kue Basah hingga Snack Box, Sitanala Tak Pernah Sepi

KOTA TANGERANG — Ketika sebagian warga Kota Tangerang mulai beristirahat, aktivitas jual beli justru terus bergerak di kawasan Jalan Dr. Sitanala, Kecamatan Neglasari. Di lokasi ini, Pasar Kue Subuh menjadi salah satu sentra jajanan tradisional yang tidak pernah benar-benar sepi. Lapak-lapak penjual menawarkan puluhan jenis kue basah dengan harga terjangkau, menjadikannya pilihan warga untuk kebutuhan sarapan, camilan hingga berbagai acara keluarga.

Lebih dari 50 jenis jajanan dapat ditemukan di kawasan tersebut. Kue lapis, lemper, bacang, risoles, nagasari dan putu ayu menjadi sebagian dari pilihan yang tersedia. Pembeli juga bisa mendapatkan kue tampah serta paket snack box untuk kebutuhan pengajian, syukuran, rapat, hajatan maupun kegiatan lainnya. Banyaknya pilihan membuat kawasan Sitanala tidak hanya berfungsi sebagai pasar, tetapi juga menjadi salah satu titik distribusi jajanan hasil produksi pelaku usaha lokal.

Keunikan lainnya terletak pada waktu operasionalnya. Meski populer dengan sebutan Pasar Kue Subuh, transaksi di kawasan tersebut sudah berlangsung sejak sekitar pukul 16.00 WIB dan dapat berlanjut hingga pukul 07.00 WIB. Bahkan, sejumlah toko di sekitarnya melayani pembeli selama 24 jam. Pola perdagangan ini membuat konsumen memiliki keleluasaan membeli jajanan sesuai kebutuhan, termasuk mereka yang membutuhkan pesanan dalam jumlah besar pada malam atau dini hari.

Pelanggan yang datang pun berasal dari berbagai kalangan. Ibu rumah tangga berburu kue untuk keluarga, pekerja membeli makanan untuk kebutuhan kantor, sementara pedagang kembali mengambil barang dagangan untuk dijual di tempat lain. Kondisi tersebut membuat perputaran ekonomi di pasar tidak hanya bergantung pada konsumen akhir, tetapi juga ditopang aktivitas perdagangan antarpelaku usaha.

Maulana Rivaldi Syahdan, salah seorang pelanggan tetap, mengatakan keberagaman produk menjadi alasan dirinya memilih berbelanja di Sitanala. Selain mudah menemukan berbagai jenis jajanan dalam satu lokasi, kualitas makanan yang tersedia dinilainya cukup konsisten. “Menurut saya belanja kue basah di Sitanala nyaman. Variasi kuenya banyak, rasanya enak, dan teksturnya juga bagus. Jadi kalau butuh kue tradisional, saya lebih memilih belanja di sini,” ujarnya.

Menurut Maulana, kesegaran menjadi salah satu daya tarik pasar tersebut. Sebagian jajanan yang dijual diproduksi setiap hari sehingga pembeli dapat langsung memilih makanan sesuai kebutuhan. Harga yang relatif ramah di kantong juga membuat pasar ini tetap diminati, termasuk untuk pembelian dalam jumlah banyak. “Selain menawarkan harga yang terjangkau, suasana pasar yang selalu ramai menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat memilih langsung berbagai jenis kue yang masih segar karena diproduksi setiap hari oleh para pelaku usaha lokal,” katanya.

Keberadaan Pasar Kue Subuh Sitanala sekaligus menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki ruang kuat di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Puluhan jenis jajanan yang bertahan dari hari ke hari bukan hanya menjaga cita rasa yang diwariskan antargenerasi, tetapi juga membuka ruang penghasilan bagi pembuat kue, pedagang, pemasok dan pelaku usaha yang menjadikan produk tersebut sebagai komoditas dagangan.

Dengan aktivitas yang berlangsung hingga pagi, Pasar Kue Subuh Sitanala menjadi gambaran kecil denyut ekonomi Kota Tangerang yang bergerak hampir tanpa jeda. Bagi pencinta jajanan tradisional, kawasan ini menawarkan pengalaman berburu kue dalam satu tempat. Sementara bagi pelaku usaha, keberadaannya menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan produk rumahan dengan pasar yang lebih luas. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru