BARCELONA – Sergio Busquets kembali ke tempat yang membesarkan namanya. Setelah menutup karier sebagai pemain pada akhir 2025, legenda Barcelona itu kini memulai perjalanan baru sebagai asisten pelatih Barcelona Atletic, tim yang menjadi jembatan penting bagi talenta muda menuju skuad utama.
Busquets dipercaya mendampingi Juliano Belletti di Barcelona Atletic, sekaligus menjalani pendidikan untuk memperoleh lisensi kepelatihan. Penunjukan tersebut menjadi langkah awal mantan gelandang timnas Spanyol itu untuk meneruskan pengalamannya dari lapangan ke dunia teknis.
Pilihan Barcelona terasa cukup masuk akal. Busquets sendiri pernah merasakan jalur yang sama sebagai pemain muda. Ia berkembang di akademi La Masia, tampil bersama tim cadangan sebelum mendapat kesempatan menembus tim utama pada 2008. Dari sana, kariernya melejit menjadi salah satu gelandang bertahan paling berpengaruh dalam sejarah klub.
Selama 15 musim bersama tim utama Barcelona, Busquets mencatat 722 penampilan dan mengoleksi 32 trofi. Koleksinya antara lain sembilan gelar La Liga, tujuh Copa del Rey, tujuh Piala Super Spanyol, tiga Liga Champions, tiga Piala Dunia Antarklub dan tiga Piala Super Eropa. Barcelona menempatkannya sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk mendampingi pemain-pemain muda Barcelona Atletic. Misi Belletti dan Busquets bukan hanya mengejar promosi ke level yang lebih tinggi, tetapi juga membentuk pemain yang siap suatu saat memperkuat tim utama.
Jalur tersebut sudah lama menjadi bagian dari identitas Barcelona. Sejumlah pemain muda yang kini berada di lingkungan tim utama, seperti Pau Cubarsí, Marc Bernal, Alejandro Balde, Gerard Martín dan Marc Casadó, merupakan produk pengembangan klub. Gavi, Lamine Yamal dan Fermín López juga pernah merasakan atmosfer tim cadangan sebelum berkembang lebih jauh.
Busquets memahami betul proses tersebut karena dirinya pernah berada di posisi para pemain muda itu. Ia menjalani 25 pertandingan bersama Barça B sebelum mendapat promosi pada usia 20 tahun. Debutnya bersama tim utama terjadi pada September 2008 di era kepelatihan Pep Guardiola.
Setelah meninggalkan Barcelona pada 2023, Busquets melanjutkan karier ke Amerika Serikat bersama Inter Miami, sekaligus bereuni dengan Lionel Messi. Selama berada di Miami, ia ikut membawa klub meraih Leagues Cup 2023, Supporters’ Shield 2024 dan MLS Cup 2025. Inter Miami mencatat Busquets mengakhiri periode tersebut dengan 116 penampilan, termasuk 56 pertandingan pada musim 2025.
Kini, setelah bertahun-tahun menjadi pengatur permainan dari tengah lapangan, Busquets menghadapi tantangan berbeda: membaca permainan dari sisi lapangan dan membagikan pengetahuannya kepada generasi berikutnya. Kembalinya sang maestro ke Barcelona pun bukan sekadar reuni emosional, melainkan awal perjalanan untuk membentuk calon bintang baru dari klub yang telah membesarkan namanya. (red)





