BerandaEkbisIHSG Kembali di Bawah 6.200, Saham Bank Ikut Tertekan

IHSG Kembali di Bawah 6.200, Saham Bank Ikut Tertekan

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali pekan dengan tekanan cukup berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.147,86 pada perdagangan Senin (28/9/2026), anjlok 94,03 poin atau 1,51 persen.

Tekanan jual membuat IHSG kembali berada di bawah level 6.200. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.140 hingga 6.227. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 554 saham berakhir melemah, 192 saham menguat dan 217 saham stagnan.

Pelemahan juga terlihat dari mayoritas sektor. Sektor teknologi menjadi pemberat terbesar dengan penurunan sekitar 4,4 persen, disusul bahan baku dan konsumer siklikal. Hanya sektor tertentu seperti energi dan transportasi yang mampu bertahan di zona hijau.

Tekanan pasar terjadi di tengah kenaikan harga minyak mentah global serta pelemahan nilai tukar rupiah. Harga minyak Brent kembali berada di atas US$106 per barel, sementara rupiah melemah sekitar 0,42 persen ke Rp17.978 per dolar AS. Kondisi tersebut ikut membebani sentimen investor.

Saham perbankan berkapitalisasi besar juga menjadi perhatian. BBCA mencatat nilai transaksi sekitar Rp695 miliar, BMRI sekitar Rp505 miliar dan BBRI sekitar Rp323 miliar. Ketiganya masuk jajaran saham dengan aktivitas transaksi terbesar pada perdagangan hari ini.

Dari sisi investor asing, tekanan jual masih terasa. Pada sesi pertama, asing tercatat net sell Rp129,63 miliar. BBRI menjadi salah satu saham yang masih mencatat net buy asing sekitar Rp14,63 miliar, sementara BMRI, TLKM dan BBCA masuk daftar dengan net sell terbesar.

Aktivitas perdagangan tetap ramai dengan volume sekitar 34,27 miliar saham dan nilai transaksi Rp12,36 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp10.758 triliun.

Dari jajaran saham yang menguat, AADI menjadi salah satu top gainers dengan kenaikan 3,33 persen ke Rp11.625, disusul IATA yang naik 3,30 persen ke Rp94 dan DOOH menguat 3,30 persen ke Rp376.

Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih perlu dicermati setelah indeks menembus ke bawah support 6.200. Dalam risetnya, Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji area support 6.000–6.100. Ini merupakan pandangan teknikal analis, bukan kepastian arah pasar. (red)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru