BerandaBantenKota TangerangMau Belajar Sulam Pita Gratis? Perpustakaan Tangerang Buka Kelas, Kuota Cuma 20...

Mau Belajar Sulam Pita Gratis? Perpustakaan Tangerang Buka Kelas, Kuota Cuma 20 Orang!

KOTA TANGERANG — Perpustakaan tak lagi sekadar tempat membaca buku. Warga Kota Tangerang kini berkesempatan mempelajari keterampilan sulam pita secara gratis melalui pelatihan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang pada 21 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan Umum Daerah Kota Tangerang tersebut merupakan bagian dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini mendorong perpustakaan menjadi ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat sekaligus memberikan manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan kegiatan keterampilan tersebut merupakan upaya memperluas fungsi perpustakaan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan mengembangkan potensi diri.

“Melalui program TPBIS, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari informasi, tetapi juga ruang belajar yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Engkos, Kamis (15/10/2026).

Pelatihan akan menghadirkan Nuning Sekarningrum sebagai narasumber. Selain menjadi sarana mengasah kreativitas, sulam pita berpotensi dikembangkan menjadi keterampilan produktif untuk membuat hiasan kain, aksesori, maupun produk kerajinan yang memiliki nilai jual. Namun, peluang tersebut tentu memerlukan latihan lanjutan, kreativitas, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.

Bagi warga yang berminat, pendaftaran dibuka hingga 20 Oktober 2026 melalui tautan https://bit.ly/3TRo0zm. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum dengan persyaratan usia minimal 16 tahun. Karena kuota dibatasi maksimal 20 peserta dalam satu batch, calon peserta diimbau segera mendaftar.

Peserta diwajibkan hadir sesuai jadwal yang ditentukan panitia. Perlu diperhatikan pula bahwa penyelenggara tidak menyediakan makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung.

Engkos berharap program literasi kreatif dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menghasilkan karya. Dengan pendekatan inklusi sosial, perpustakaan diharapkan mampu menjangkau masyarakat dengan beragam kebutuhan dan latar belakang.

Meski pelatihan berlangsung singkat, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi titik awal untuk terus berlatih, membangun portofolio karya, hingga menjajaki peluang usaha kerajinan. Melalui kegiatan semacam ini, perpustakaan berupaya menghadirkan literasi yang tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Berita Terbaru