TANGERANG – Cahaya obor berkelip di sepanjang jalan kampung, lantunan shalawat menggema dari masjid dan musala, sementara doa-doa dipanjatkan penuh harap menyambut lembaran baru tahun Hijriah. Malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Tangerang Raya dan berbagai wilayah Banten berlangsung hangat, khidmat, sekaligus sarat makna kebersamaan.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, ribuan warga tetap menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berjalan bersama membawa obor, menghidupkan kembali semangat hijrah Rasulullah SAW yang menjadi tonggak lahirnya peradaban Islam. Di sejumlah wilayah Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, hingga Kota Serang, pawai obor menjadi simbol cahaya harapan dan pengingat pentingnya memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik.
Suasana haru terlihat di Desa Talaga, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Ratusan hingga sekitar seribu warga mengikuti pawai obor dan dzikir bersama yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Dari anak-anak yang menggenggam obor dengan penuh semangat hingga para orang tua yang mengiringi dengan lantunan doa, seluruh elemen masyarakat larut dalam kebersamaan menyambut tahun baru Islam.
Tidak hanya pawai obor, peringatan 1 Muharram juga diisi dengan santunan anak yatim, pengajian, tabligh akbar, serta doa bersama. Berbagai kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Banten.
Di Kota Tangerang, semarak Tahun Baru Islam juga hadir melalui Festival Al-A’zhom ke-13 yang digelar di kawasan Masjid Raya Al-A’zhom. Festival yang telah menjadi agenda tahunan kebanggaan masyarakat ini menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat pelajar, perlombaan islami, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro. Pemerintah Kota Tangerang berharap festival tersebut menjadi ruang syiar Islam yang ramah, kreatif, dan mampu menjangkau generasi muda.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam berbagai kegiatan budaya dan keagamaan menyampaikan bahwa tradisi yang hidup di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus terus dijaga. Menurutnya, momentum Muharram bukan hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Sementara itu, tokoh agama di berbagai daerah mengingatkan bahwa makna hijrah tidak berhenti pada perayaan tahunan. Hijrah adalah perjalanan memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan era digital yang kerap menguji persatuan dan karakter masyarakat.
Kementerian Agama sendiri menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah bertepatan dengan 16 Juni 2026 dan menjadi hari libur nasional. Momentum ini dimanfaatkan masyarakat untuk memperbanyak ibadah, bermuhasabah, serta mempererat hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Di balik nyala obor yang menerangi jalan-jalan kampung malam itu, tersimpan harapan yang sama dari jutaan umat Islam. Harapan agar tahun baru membawa keberkahan, kedamaian, serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Sebab bagi masyarakat Tangerang Raya dan Banten, 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender, melainkan pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. (red)





