KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar melalui program Sekolah Adiwiyata. Tak hanya sebatas memenuhi indikator penilaian sekolah, program tersebut kini diarahkan sebagai investasi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat membuka Sosialisasi Sekolah Adiwiyata sekaligus meluncurkan Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup di Lingkungan Sekolah yang berlangsung di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (09/06/2026).
Menurut Sachrudin, pendidikan lingkungan harus menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa. Ia menilai perilaku hidup bersih dan sehat perlu ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Perilaku ramah lingkungan di sekolah merupakan investasi bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Mereka tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga kesadaran untuk menjaga kesehatan dan lingkungan tempat mereka hidup,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan, kualitas kesehatan masyarakat memiliki hubungan erat dengan kondisi lingkungan. Karena itu, budaya menjaga kebersihan tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah, melainkan harus terus diterapkan di rumah dan lingkungan sekitar. Dengan cara tersebut, kesadaran ekologis dapat tumbuh menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Kota Tangerang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung semangat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, termasuk persoalan sampah dan perubahan iklim.
“Program ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Tangerang. Sinergi ini penting agar seluruh satuan pendidikan dapat bergerak bersama menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” kata Wawan.
Data DLH menunjukkan lebih dari 500 sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Tangerang telah mengikuti program Adiwiyata. Capaian tersebut menjadi indikator tingginya antusiasme sekolah dalam menerapkan berbagai program pengelolaan lingkungan, mulai dari pemilahan sampah, penghijauan sekolah, penghematan energi, hingga pengelolaan kebun edukasi.
Tidak hanya sekolah umum, program tersebut juga menyasar Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) agar seluruh peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam gerakan lingkungan. Pemkot Tangerang menargetkan seluruh sekolah di wilayahnya dapat mengadopsi prinsip-prinsip Sekolah Adiwiyata secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mendorong seluruh sekolah untuk mengikuti program ini. Manfaatnya sangat besar, tidak hanya bagi lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sejak dini,” tegas Wawan.
Melalui peluncuran Lomba Perilaku Ramah Lingkungan Hidup, Pemkot Tangerang berharap para pelajar tidak hanya menjadi peserta edukasi, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga dan masyarakat dalam menjaga bumi. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan persoalan sampah perkotaan, peran generasi muda dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. (Adv)





